Lenin Meninggal akibat Sipilis?

Kompas.com - 28/10/2009, 10:02 WIB
Editorono

LONDON, KOMPAS.com — Ahli sejarah selama ini setuju bahwa pemimpin revolusi Rusia, Vladimir Ilyich Lenin, menderita serangkaian stroke yang menyebabkan kematiannya. Namun, temuan baru menyatakan bahwa Lenin meninggal karena penyakit kelamin sipilis.

Pemerintah Soviet waktu itu menutup rapat-rapat penyebab kematian Lenin saat kematiannya pada 1924.

Helen Rappaport, seorang penulis buku asal Inggris, yakin bahwa ia menemukan bukti bahwa Lenin menderita endartitis luetica-neurosyphilis—penyakit sipilis yang menyerang otak. Ia memperoleh referensi dari ilmuwan terkenal Rusia, Ivan Pavlov, peraih Nobel.

Rappaport, yang telah menulis sejumlah buku tentang sejarah Rusia, yakin bahwa Lenin terkena penyakit sipilis ini di Paris, Perancis, pada 1902. Dari tahun 1921, Lenin menderita serangkaian serangan akibat penyakit sipilis yang menyebabkan lumpuh.

Penemuan Rappaport ini setelah ia memublikasikan bukunya, Conspirator: Lenin in Exile. "Sudah menjadi rahasia umum bagi dokter-dokter top dan ilmuwan di Kremlin bahwa Lenin meninggal karena sipilis, tetapi konspirasi telah membungkam kenyataan ini,” katanya.

Penyakit sipilis selain menyerang Lenin juga menyerang sejumlah tokoh ternama lainnya seperti juga menderita perilaku yang aneh seperti halnya Lenin yang akhirnya kolaps sebelum meninggal. rr/mirror



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X