Rusia Jamin Israel Tak Serang Iran

Kompas.com - 21/09/2009, 04:48 WIB
Editor

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Dmitry Medvedev mengatakan Israel telah memberikan jaminan kepada Rusia tidak mempunyai rencana menyerang Iran. Israel juga menyerahkan hak Moskwa menjual senjata kepada Teheran, demikian wawancara yang disiarkan Kremlin, Minggu (20/9).
   
Medvedev melukiskan suatu serangan Israel sebagai "hal terburuk yang bisa dibayangkan". Tapi, ia mengatakan Presiden Shimon Peres telah mengesampingkan ketakutan-ketakutan seperti itu ketika kedua pemimpin bertemu di wilayah tempat peristirahatan Sochi pada Agustus.
   
"Ketika Presiden Israel Peres mengunjungiku di Sochi baru-baru ini, ia mengatakan sesuatu yang sangat penting untuk kita semua: ’Israel tidak berencana menyerang Iran, kami negeri damai dan tidak akan melakukan ini’," katanya.
   
Dalam wawancara dengan CNN, Medvedev menghindari pertanyaan tentang kemungkinan tanggapan Rusia kalau-kalau ada serangan udara Israel walau ia menyebutkan Moskwa bisa berpihak berdasarkan skenario seperti itu.
   
"Apa yang akan terjadi setelah itu? Bencana kamanusiaan, pengungsian besar-besaran, keinginan Iran untuk membalas tidak hanya atas Israel tetapi juga negara-negara lain," ujarnya.
   
Kendati Rusia tidak punya aliansi dengan Iran, "Bukan berarti kami ingin atau akan berbeda atas perkembangan demikian," kata Medvedev.
   
"Tetapi teman-teman Israel memberitahu saya mereka tak berencana melakukan cara ini," katanya berulang-ulang.
   
Iran dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan enam kekuatan dunia pada 1 Oktober. Hasilnya nanti akan menentukan apakah Amerika Serikat dan para sekutunya memberlakukan lebih banyak hukuman atas Teheran atas kecurigaan negara itu mengembangkan bom atom.
   
Amerika Serikat menekan Rusia mengubah sikapnya saat ini dan mendukung sanksi lebih keras. Kedua negara sedang mengembangkan hubungan hangat sejak Presiden Barack Obama membatalkan rencana tameng rudal di Eropa Tengah.
   
Sementara Teheran tetap menyatakan program nuklirnya damai, Washington dan Jerusalem juga tak pernah mengesampingkan kemungkinan serangan udara untuk menghancurkan fasilitas nuklir negara Islam itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X