Ahmadinejad: "Holocaust" Sebuah Kebohongan

Kompas.com - 19/09/2009, 16:21 WIB
Editor

TEHERAN, KOMPAS.com — Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad kembali melontarkan penyataan kontroversial bahwa peristiwa holocaust sesungguhnya tidak pernah ada. Holocaust, kata Ahmadinejad, hanya rekaan kaum Zionis untuk membenarkan berdirinya negara Israel.

Ahmadinejad menyampaikan hal itu dalam ceramah pada perayaan Quds Day (dirayakan pada Jumat terakhir dalam bulan Ramadhan) di Universitas Teheran, Jumat. Pernyataan terakhir Ahmadinejad itu kontan memicu kemarahan negara-negara Barat.

Holocaust merujuk pada tragedi pembantaian jutaan orang Yahudi oleh Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. Mahmoud Ahmadinejad mengatakan, holocaust adalah "sebuah kebohongan yang berdasarkan pada klaim yang tidak dapat dibuktikan dan dongeng". Menurut dia, holocaust hanyalah, "Dalih bagi terciptakan rezim Zionis. Itu palsu, itu sebuah kebohongan yang berdasarkan klaim tanpa bukti dan dongeng," katanya.

Sejumlah negara Eropa mengecam pernyataan Ahmadinejad tersebut. Jerman mengatakan, komentar tersebut merupakan sebuah aib. Sementara itu, Amerika Serikat (AS) mengatakan akan mengisolasi Iran lebih lanjut.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Robert Gibbs, yang mengutip pesan Presiden Barack Obama bagi dunia Muslim, menegaskan penyangkalan terhadap holocaust sama sekali tidak berdasar, tidak berpengetahaun, dan penuh kebencian. "Mengemukakan kebohongan busuk seperti ini hanya akan mengisolasi Iran lebih jauh dari dunia lain," kata Gibbs.

Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan, "Anti-semitisme menuntut kecaman kolektif kami. Kami akan terus melawan hal ini ke depan secara meyakinkan." Seorang juru bicara Menteri Luar Negeri Perancis mengatakan, pidato itu tidak dapat diterima dan mengejutkan, sementara Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband mengemukakan, penyangkalan itu menjijikkan. "Sangat penting bahwa komunitas dunia bersatu melawan hal-hal semacam ini," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.