Chavez Ibaratkan AS Seekor Ular

Kompas.com - 10/09/2009, 17:13 WIB
Editor

MOSKWA, KOMPAS.com — Presiden Venezuela Hugo Chavez, Kamis, rencananya akan membicarakan perjanjian senjata dan energi dengan Presiden Dmitry Medvedev dan Perdana Menteri Vladimir Putin setelah ia memulai kunjungannya ke Moskwa, Rusia.

Pemimpin Venezuela yang terkenal dengan pernyataannya yang selalu mengecam Washington memulai kunjungan kedelapannya ke Rusia, Rabu malam, dengan pidato dua setengah jam. Dalam pidato itu ia menyamakan Amerika Serikat (AS) dengan seekor ular yang menelan negara-negara lebih kecil dan menyebutnya "teroris paling utama dunia."

"Tahukah Anda bagaimana seekor ular menelan?" tanya Chavez kepada para mahasiswa Universitas Persahabatan Rakyat Patrice Lumumba yang berpusat di Moskwa, sebagaimana dikutip kantor berita Interfax.

"Amerika Serikat ingin menguasai seluruh dunia, tetapi kerajaan Yankee itu rontok. Itu pasti rontok...ini akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan, puluhan tahun."

Ia memuji Presiden Medvedev dan PM Putin, yang menurut rencana akan bertemu dengan dia, Kamis ini, dan mengatakan negara itu akan bangkit dari keterbenamannya. "Saya yakin Putin dan Medvedev akan meninggalkan satu warisan penting tidak hanya untuk Rusia, tetapi juga seluruh dunia," katanya.

Televisi Rusia menunjukkan gambar-gambar para mahasiswa yang di tangannya memegang bendera-bendera Rusia dan Venezuela, mengelu-elukan Chavez. Chavez, yang berencana akan meningkatkan kekuatan militernya untuk menghadapi kehadiran militer AS yang meningkat di tetangga Venezuela, Kolombia, kemungkinan akan menandatangani perjanjian-perjanjian untuk membeli senjata-senjata Rusia dan kendaraan-kendaraan militer dalam kunjungan itu.

Kantor berita RIA Novosti, yang mengutip satu sumber senior di industri pertahanan Rusia, mengatakan, perjanjian untuk menjual kepada Venezuela 100 tank T-72 dan T-90 seharga 500 juta dolar akan ditandatangani selama kunjungan pemimpin Venezuela itu di Moskwa.

Venezuela juga diharapkan akan membeli kapal selam kelas Kilo bertenaga diesel, sejumlah kendaraan lapis baja  BMP-3, 10 helikopter Mi-28, dan beberapa rudal antikapal yang berpangkalan di darat.

Dalam tahun-tahun belakangan ini Venezuela menandatangani lebih dari empat miliar dolar kontrak-kontrak senjata dengan Rusia. November lalu, Angkatan Laut Venezuela melakukan pelatihan bersama dengan kapal-kapal perang Rusia di Karibia yang biasanya dianggap sebagai wilayah kekuasaan AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.