KBRI Moskow Gelar Pentas Budaya Nusantara

Kompas.com - 23/08/2009, 01:04 WIB
Editor

LONDON, KOMPAS.com--Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow menyelenggarakan pentas budaya Nusantara dalam upaya melancarkan diplomasi budaya di ibukota Rusia itu, baru-baru ini.

Diplomasi budaya yang ditampilkan di ruang pentas terbaik, Dom Musiky ini dilaksanakan dalam rangka Ultah RI ke-64 oleh KBRI Moskow, ujar Ketua panitia HUT RI KBRI Moskow M Aji Surya kepada koresponden Antara London, Sabtu.

Pentas budaya tersebut membuat 500 penonton tidak beranjak maupun bergeming dari tempat duduknya.

Dikatakannya sebanyak 64 penari melakukan pementasan "Mahardhika Nusantara" di bawah asuhan koreografer asal Jogjakarta, Anter Asmorotedjo dan dua pelatih seni tabuh, Abdi Bashit dari Sulsel dan Wayan Berata dari Bali.

Meskipun latihan hanya sebulan, pementasan "Mahardhika Nusantara" yang dikemas dalam bentuk rangkaian tarian membuat pengusaha, akademisi, pemerhati budaya dan para mahasiswa Rusia merasa takjub.

Sambutan meriah pada hadirin bergema saat Tarian Gandrang Bulo yang dibawakan 20 anak-anak dibawah umur 10 tahun dengan pakaian Bugis dan gerakannya yang lincah, memulai pementasan itu.

Sambil melantunkan lagu yang mungkin tidak pernah dipahaminya, mereka melakukan `Welcome Dance` yang sangat energik. Peci merah panjang biru yang bergoyang-goyang berpadu dengan warna gaunnya yang berselang seling menambah semarak suasana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara lantunan tembang Asmorondono membawa ke suasana magis menciptakan suasana pedesaan Indonesia. Begitupun suara gendang Bali dan Makasar saling bersahutan yang ditingkahi dengan dimanisnya suara puik-puik dan lembutnya gong Jawa.

Semua menyatu dalam irama yang dimanis dan enak didengar. Inilah musik dan tembang yang menggambarkan kedamaian alam dan masyarakat yang rukun di seantero nusantara.

Dubes RI untuk Rusia Hamid Awaludin mengatakan pementasan budaya dalam rangkaian peringatan HUT RI ini dilakukan dalam upaya perwakilan melancarkan diplomasi total.

Jos Manginsela selaku manajer pementasan mengatakan tidak seperti cerita panggung pada umumnya, suguhan budaya kali ini meracik rangkaian tari tradisional, kontemporer plus band modern yang menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dalam arti luas.

Penampilan yang berbau eksperimen diharapkan dapat memberikan suguhan substansi berkualitas sekaligus menghasilkan impresi yang positif terhadap budaya nusantara. Pentas budaya ini diharapkan dapat menarik minat turis Rusia untuk datang ke Indonesia, ujar Jos Manginsela.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.