Sudah 184 Tewas dalam Kerusuhan di Xinjiang

Kompas.com - 11/07/2009, 04:48 WIB
Editor

BEIJING, KOMPAS.com — Jumlah kematian akibat kekerasan di Urumqi, ibu kota wilayah Xinjiang, China, meningkat menjadi 184. "Di antara mereka yang tewas, 137 adalah orang Han, yang mencakup 111 pria dan 26 wanita. Sebanyak 46 korban adalah warga Uighur, yang terdiri dari 45 pria dan satu wanita. Seorang pria Hui juga tewas," demikian laporan yang dikeluarkan oleh kantor berita resmi Xinhua dengan mengutip keterangan pemerintah daerah setempat.
       
China sebelumnya menyatakan jumlah korban tewas 156 dan lebih dari 1.000 lain cedera ketika warga Muslim Uighur melakukan protes yang berbuntut kekacauan pada Minggu (5/7) di wilayah sebelah barat yang bergolak itu. Pada Jumat, ribuan orang berusaha meninggalkan Urumqi setelah kerusuhan etnik mematikan itu dan banyak masjid ditutup sehingga umat Islam tidak bisa melakukan shalat Jumat.
       
Pihak berwenang menyatakan menyediakan pelayanan bus tambahan untuk perjalanan keluar dari Urumqi, tetapi permintaan karcis telah melampaui jumlah tempat duduk yang ada. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh calo yang menjual karcis dengan harga lima kali lipat dari ongkos biasanya.
       
"Terlalu berisiko tinggal di sini. Kami takut akan kekerasan," kata Xu Qiugen, pekerja bangunan berusia 23 tahun asal China tengah, yang lima tahun tinggal di Urumqi dan telah membeli karcis untuk pergi bersama istrinya.
       
"Pemerintah mengatakan tidak akan ada shalat Jumat," kata seorang pria Uighur bernama Tursun di luar masjid Hantagri, salah satu masjid tertua di kota itu, sementara 100 polisi yang membawa senapan mesin dan pentungan tampak bersiaga.
       
Kekerasan yang dialami orang Uighur itu telah menimbulkan gelombang pawai protes Jumat di berbagai kota dunia, seperti Ankara, Berlin, Canbera, dan Istanbul. Orang Uighur berbicara bahasa Turki dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan adalah yang paling keras melontarkan kecaman dan menyebut apa yang terjadi di Xinjiang sebagai "semacam pembantaian".
       
Orang-orang Uighur di pengasingan mengklaim bahwa pasukan keamanan China bereaksi terlalu berlebihan atas protes damai dan menggunakan kekuasan mematikan. Delapan juta orang Uighur yang memiliki lebih banyak hubungan dengan tetangga mereka di Asia tengah ketimbang dengan orang China Han yang berjumlah kurang dari separuh dari penduduk Xinjiang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.