Din Syamsuddin Sampaikan Selamat Buat Ahmadinejad

Kompas.com - 14/06/2009, 20:16 WIB
Editor

JAKARTA,KOMPAS.com-Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyampaikan ucapan selamat kepada Mahmoud Ahmadinejad yang terpilih kembali sebagai Presiden Iran.

"Tidak ada yang pantas kita ucapkan selain ucapan selamat kepada Ahmadinejad dan pemerintahan yang baru," kata Din di Jakarta, Minggu (14/6).

Dia mengatakan, terpilihnya Ahmadinejad pada Pemilu Iran 2009, sudah diprediksi sebelumnya. Ahmadinejad sangat disenangi rakyatnya karena dia keras pada pihak-pihak yang tidak menyukai Iran. Dia juga merupakan sosok yang sederhana dan sukses membawa kemajuan bagi Iran.

Din Syamsuddin berharap hubungan Indonesia-Iran semakin dipererat karena selain sama-sama negara Islam yang besar, juga sebagai anggota nonblok. Iran menurutnya juga anggota negara-negara pengekspor minyak (OPEC) terkemuka. Karena itu, Indonesia harus membangun hubungan jangka panjang dengan negara itu.

Di sisi lain, Din Syamsuddin mengungkapkan, pihak AS dan Barat akan menyangsikan terpilihnya Ahmadinejad akan membawa dampak positif bagi proses perdamaian Palestina-Israel, dan stabilitas di Timur Tengah. "Wacana yang dikembangkan AS, Iran mendukung faksi-faksi keras di Palestina maupun di Irak. Iran dengan program nuklirnya juga dianggap menciptakan ketidakseimbangan kekuatan persenjataan di kawasan Timur Tengah," kata Din.

Oleh karena itu, dia berharap kepada negara-negara Arab untuk mengajak Iran berbicara dengan posisi yang sama, khususnya membicarakan perdamaian Palestina-Israel. Kepada Amerika, melalui Presiden Barack Hussein Obama diharapkan bisa mengganggap Iran sebagai bagian dari dunia Islam. Karena itu Obama mesti membuka lembaran baru dalam hubungan AS-Iran. Demikian pula sebaliknya, Ahmadinejad juga harus bersedia membangun hubungan baru dengan AS di bawah Obama.

Menyangkut pengembangan senjata nuklir di Iran, Din Syamsuddin mengharapkan semua pihak dapat melihatnya secara proporsional. "Jika untuk kepentingan damai harus diterima. Kalau akan menimbulkan malapetaka harus dilarang. Namun jangan hanya Iran yang dilarang, Israel juga harus begitu. Selama ini ketidakadilan itulah yang terjadi," demikian Din Syamsuddin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ahmadinejad dipastikan terpilih untuk kedua kalinya, Sabtu (13/6), pada Pemilu ke-10 Iran sejak revolusi. Dia meraih 20 juta suara atau 63 persen, menyisihkan pesaingnya Mousavi yang meraih 10 juta suara 32,6 persen, dan Mehdi Karroubi serta Rezaie masing-masing 2 persen suara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.