AS Belum Akui Kemenangan Ahmadinejad

Kompas.com - 14/06/2009, 06:03 WIB
Editor

NIAGARA FALLS,KOMPAS.com-Pemerintah AS belum mengakui kemenangan Mahmoud Ahmadinejad dan menduga ada kecurangan dalam pemilihan presiden Iran.

"Kami sedang mencermati situasi yang terjadi di Iran, tetapi kami, seperti dunia lain, menunggu dan melihat apa yang akan diputuskan rakyat Iran," kata Menlu AS Hillary Rodham Clinton dalam konferensi pers bersama Menlu Kanada Lawrence Cannon, Sabtu (13/6).

Beberapa menit setelah pidato Hillary, Gedung Putih merilis pernyataan, "Menghargai debat seru dan antusiasme pemilu kali ini, khususnya di antara kaum muda Iran, tetapi kami mengungkapkan keprihatinan tentang laporan-laporan tidak sesuai aturan."

Baik Hillary maupun Gedung Putih tidak menyebutkan nama Ahmadinejad atau rivalnya, Mir Hossein Mousavi atau mengakui deklarasi kemenangan yang disampaikan Ahmadinejad.

Komisi Pemilihan Umum Iran menyatakan Ahmadinejad terpilih kembali dengan perolehan 62,6 persen suara. Ahmadinejad pun meminta semua pihak menghormati hasil pemilu. Tetapi, Mousavi, mantan perdana menteri Iran yang menjadi pahlawan bagi kelompok perjuangan kebebasan itu menolak hasil pemilu. Mousavi menuduh terjadi kecurangan dalam pemilu, Jumat. Para pendukungnya turun ke jalan-jalan di Teheran memprotes hasil pemilu dan sempat terjadi kerusuhan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.