Indonesia Melirik Teknologi Militer China

Kompas.com - 09/05/2009, 13:10 WIB
Editor

BEIJING,KOMPAS.com — Indonesia menyambut ajakan China untuk kerja sama teknologi militer yang antara lain mencakup pembuatan perlengkapan militer serta pemasarannya.

"Indonesia sambut keinginan China kerja sama teknologi militer atas dasar saling menguntungkan," kata Atase Pertahanan (Athan) RI Beijing Kolonel Infantri Yayat Sudrajat, di Beijing, Sabtu (9/5).

Menurut dia, teknologi militer China saat ini sudah memasuki taraf yang maju sehingga Indonesia berkeinginan menjajaki berbagai bentuk kerja sama teknologi dengan negara Tirai Bambu itu.

China, katanya, saat ini sudah bisa menjadi penyeimbang kemajuan teknologi militer negara-negara barat sehingga Indonesia penting sekali melakukan kerja sama militer dengan China. "Bentuk kerja sama ini juga merupakan upaya Indonesia untuk tidak terlalu bergantung pada teknologi militer barat," katanya.

Dia menilai hubungan kerja sama militer antara Indonesia dan China selama ini telah berjalan baik, dan sejumlah pejabat tinggi militer kedua negara, hingga menteri pertahanan, telah beberapa kali saling mengunjungi dan melakukan pembicaraan.

Yayat mengatakan, pertemuan terakhir pejabat tinggi militer kedua negara dilakukan ketika Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno dan Kepala Staf Angkatan Laut China Laksamana Wu Shenghi, di sela-sela Peringatan 60 Tahun AL China, di Qingdao, Provinsi Shandong, akhir April 2009.

Dalam pertemuan itu, katanya, TNI AL dan Angkatan Laut Republik China sepakat untuk meningkatkan kerja sama, terutama dalam pendidikan dan latihan. "Sekalipun Indonesia tidak mengirimkan kapal militer ke peringatan itu, tapi kita mengirimkan pejabat tinggi militer untuk menghadiri acara yang dilakukan besar-besaran itu," katanya.

Kunjungan KASAL ke Qingdao tersebut, katanya, membuktikan bahwa Indonesia sangat memberi perhatian yang besar bagi China selain merupakan bentuk hubungan yang baik di antara kedua negara.

Indonesia-China telah menandatangani kerja sama pertahanan dan keamanan yang dilakukan oleh Menhan RI Juwono Sudarsono dengan Menhan China (saat itu) Cao Gangchuan, di Beijing, pada 7 November 2007. Penandatanganan itu juga merupakan tindak lanjut dari Kerjasama Strategis yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Hu Jintao, April 2005, di Jakarta. Kerja sama di berbagai bidang pertahanan itu di antaranya mencakup kerja sama di bidang kelembagaan, kerja sama di bidang teknologi, serta bidang pendidikan dan latihan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.