Cegah Flu Babi, Penumpang Luar Negeri Jadi Perhatian

Kompas.com - 30/04/2009, 18:50 WIB
Editor

MEDAN, KOMPAS.com — Sebanyak dua pintu kedatangan penumpang luar negeri di Sumatera Utara menjadi perhatian petugas kesehatan. Hal ini dilakukan petugas untuk mencegah penularan virus flu babi yang merebak di Meksiko. Perhatian utama tertuju pada penumpang yang menderita demam dengan memaksimalkan alat pendeteksi suhu tubuh.  

"Kasus penderita positif flu ini semakin meluas ke negara lain. Prioritas kewaspadaan kami pada penumpang yang berasal dari negara yang ada kasus flu babi. Karena itu, kami perlu meningkatkan penjagaan di terminal kedatangan penumpang luar negeri," tutur Kepala Bidang Pengendalian Karantina dan Surveilance Epidemiologi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan Masrip Sarumpaet, Kamis (30/4) di Medan.

Perhatian lebih dilakukan di Bandar Udara Polonia, Medan, karena di tempat ini jumlah penumpang dari luar negeri lebih banyak dibanding Pelabuhan Belawan. Setiap hari, di Polonia terdapat 15 jadwal kedatangan penerbangan luar negeri. Dari semua jadwal ini, enam di antaranya dari Penang (Malaysia), empat Kuala Lumpur (Malaysia), dan lima Singapura.

Selain petugas jaga, pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan menempatkan thermal scanner (alat pendeteksi suhu tubuh manusia) dan body clean disinfeksi (alat pencuci hama pada manusia). Setiap hari, kedua alat ini beroperasi sejak jadwal penerbangan pertama sekitar pukul 07.00 sampai pukul 22.00.

Thermal scanner secara otomatis menunjukkan tanda warna merah pada layar komputer jika kamera video menangkap pergerakan seseorang yang demam. Petugas akan menghentikan penumpang tersebut sebelum masuk ke body clean disinfeksi. Meski dua alat ini sudah terpasang sejak Februari lalu di Bandara Polonia, Medan, petugas belum menemukan penumpang dari luar negeri yang dalam kondisi demam.

Mekanisme yang sama juga kami berlakukan di Pelabuhan Belawan. Namun, di Belawan petugas menggunakan alat thermal scanner melalui kuping penumpang. Sebelum penumpang turun ke dermaga, petugas masuk ke kapal memeriksa penumpang yang demam dengan memasukkan alat pendeteksi suhu tubuh ke kuping penumpang. Demikian dikatakan Masrip.

Secara terpisah, Kepala Seksi Veteriner Dinas Peternakan Sumut Nurdin Lubis mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumut memperketat peredaran babi dari satu daerah ke daerah lain. Pengetatan mobilitas babi ini dilakukan dengan memberlakukan surat kesehatan hewan dari dinas terkait jika ada perpindahan babi. Flu babi yang merebak di Meksiko menular dengan perantaraan hewan babi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.