Antisipasi Flu Babi, Pemerintah Distribusikan Obat

Kompas.com - 30/04/2009, 18:25 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mulai mendistribusikan obat antiviral dan alat perlindungan personal (APP) ke dinas kesehatan dan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus influenza babi H1N1 baru.
    
"Depkes sedang mendistribusikan obat dan APP ke Puskesmas dan rumah sakit rujukan," kata Ketua Pelaksana Harian Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan menghadapi Pandemi Influnza Bayu Krisnamurthi di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, hal itu merupakan bagian peningkatan kesiagaan pemerintah untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran flu babi pada manusia menyusul keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan fase kewaspadaan pandemi dari fase empat ke fase lima.

Secara terpisah Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Departemen Kesehatan Rita Kusriastuti menjelaskan, stok obat antiviral oseltamivir dan alat perlindungan personal dari gudang pemerintah pusat hari ini mulai disebar ke provinsi.

"Dari provinsi akan didorong ke kabupaten/kota untuk didistribusikan ke dinas kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)," katanya.

Rita tidak bisa menyebutkan secara pasti jumlah stok alat perlindungan personal yang tersedia, namun jumlah obat antiviral oseltamivir yang tersedia saat ini total sekitar lima juta kapsul.

"Dari pengadaan obat tahun 2008, ada tiga juta kapsul yang dibeli dengan APBN.  Kita juga mendapat bantuan dari stok ASEAN sebanyak 1,9 jutaan kapsul. Sebagian sudah didistribusikan, sebagian masih disimpan di gudang pusat. Kalau kekurangan kita masih bisa minta bantuan dari stok ASEAN yang disimpan di gudang Singapura," jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, selain mendistribusikan obat dan APP, pihaknya juga menyiagakan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sentinel-sentinel yang selama ini melakukan pelacakan kasus infeksi saluran pernafasan dan ILI (Influenza-like Illness-red) akan diberdayakan untuk melacak kasus-kasus yang dicurigai sebagai flu babi," katanya.

Pemerintah juga menyiapkan laboratorium pemeriksaan spesimen virus influenza tipe A subtipe H1N1 baru tersebut.
    
"Kita menunggu kiriman spesimen primer virus itu dari CDC dan WHO yang dibutuhkan sebagai pembanding dalam pemeriksaan spesimen virus influenza yang ditemukan di sini," demikian Rita Kusriastuti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.