Rayakan Ultah Saddam dengan Bacaan Ayat Suci

Kompas.com - 29/04/2009, 07:20 WIB
Editor

AWJA, KOMPAS.com — Puluhan warga Arab Sunni menandai hari ulang tahun mantan Presiden Irak Saddam Hussein yang telah dieksekusi mati dengan pembacaan puisi dan ayat-ayat dari kitab suci Al Quran di kota asalnya, Awja, Selasa (28/4).

Anak-anak sekolah termasuk di antara sekelompok orang dari kota Awja di Irak tengah, dekat kubu kuat Sunni Tikrit, yang berkumpul untuk menandai hari kelahiran mantan diktator sekuler yang digulingan itu. Saddam tahun ini berusia 72 tahun.

Saddam, yang memerintah Irak sejak tahun 1979 hingga rezimnya dijatuhkan dalam agresi pimpinan AS tahun 2003 digantung pada Desember 2006 karena kejahatan terhadap kemanusiaan. "Kami tidak akan melupakan Saddam Hussein, bahwa kami hidup di bawah perlindungannya selama beberapa dasawarsa," kata Um Mohammad, seorang ibu berusia 40 tahun, yang tiga anaknya mengikuti di belakangnya. "Kami akan membesarkan anak-anak kami dengan cintanya dan mengunjungi makamnya pada segala kesempatan. Ulang tahun almarhum Presiden indah bagi hati kami dan akan selalu demikian," katanya dilansir AFP.

Lahir di tempat yang ketika itu hanya sebuah desa pondok jelek pada 28 April 1937, Saddam sukses mengatasi segala rintangan dan menjadi orong nomor satu di Irak dan membangun sejumlah istana presiden yang mewah di seantero negeri.

Ia ditangkap oleh tentara AS pada Desember 2003, delapan bulan setelah jatuhnya Baghdad, dalam lubang di sebuah pertanian dekat Tikrit. Ia kemudian dipenjarakan di penjara yang dijalankan AS di bandara di Baghdad.

Pengadilan Tinggi Irak menjatuhkan hukuman mati pada Saddam karena pembunuhan terhadap 148 warga Syiah Dujai menyusul upaya pembunuhan yang gagal terhadap Saddam di kota di utara Baghdad yang sebagian besar penduduknya Syiah.

Pagar keamanan yang kuat dibangun terburu-baru di sekeliling Awja ketika para peserta memenuhi makam Saddam. Anak-anak remaja perempuan berpakaian biru menempatkan bunga di atas makamnya yang ditempatkan di sebuah ruang besar dengan marmer warna krem, gorden putih, dan foto seukuran tembok.

Um Ziad telah melakukan perjalanan dari Baghdad untuk menyampaikan penghormatan dengan beberapa anggota keluarga perempuan lainnya. "Kami tidak akan melupakan ulang tahun kelahiran Saddam dan kami akan datang setiap tahun untuk membaca Quran dan menempatkan bunga di sini," katanya. Myasar Ahmed (11), dari sebuah sekolah dasar di Tikrit, dengan bangga mengerek bendera Irak saat para siswa lainnya khidmat berkumpul di sekitarnya. "Saya datang untuk mengunjungi Baba (ayah) Saddam," katanya.

Pada masa pemerintahan Saddam, 28 April adalah perayaan ulang tahun yang disponsori pemerintah di seluruh Irak, yang berpusat di Tikrit dan ditandai dengan nyanyian, tarian, dan pembacaan puisi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.