FBI Bantah Pengakuan Taliban

Kompas.com - 05/04/2009, 07:41 WIB
Editor

NEW YORK, KOMPAS.com — Biro Investigasi Federal AS (FBI) menepis klaim pemimpin Taliban di Pakistan yang mengaku bertanggung jawab atas penembakan massal di sebuah pusat pelayanan imigrasi AS.

Pemimpin Taliban Pakistan Baitullah Mehsud mengaku telah memerintahkan penyerangan yang menewaskan 13 orang itu sebagai aksi balas dendam terhadap serangan pesawat tanpa awak AS terhadap Taliban. "Saya bertanggung jawab terhadap serangan itu," demikian diakui Mehsud dalam percakapan telpon dengan Reuters.

Pria bersenjata yang diketahui bernama Jiverly Voong (42) menghalangi pintu belakang Gedung American Civic Association yang terletak di Binghamton, New York, Jumat, dengan mobilnya. Hal itu dilakukannya sebelum masuk ke gedung pelayanan imigrasi itu melalui pintu depan dan melepaskan tembakan.

Jiverly Voong yang menjadi pelaku penembakan tunggal melakukan aksi yang mengakibatkan beberapa orang cedera, empat di antaranya kritis, selama tiga setengah jam. Imigran asal Vietnam itu kemudian mengarahkan senjata ke dirinya untuk mengakhiri hidup setelah ia dikepung oleh tim SWAT dan FBI yang bersenjata lengkap.

Mehsud mengaku telah mengerahkan dua orang untuk melaksanakan penembakan massal ini. Menurut Mehsud, salah satu pelaku penembakan yang merupakan warga Pakistan berhasil meloloskan diri setelah melancarkan aksinya di Gedung American Civic Association.

Namun, FBI menepis keterlibatan Taliban seperti yang dituturkan oleh Mehsud. "Berdasarkan bukti yang ada, kami dapat memastikan bahwa klaim Mehsud tersebut tidak benar," kata juru bicara FBI, Richard Kolko.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X