Presiden Instruksikan Cari Korban KM Teratai Prima - Kompas.com

Presiden Instruksikan Cari Korban KM Teratai Prima

Kompas.com - 12/01/2009, 21:26 WIB

MAKASSAR, SENIN - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal dan semua pihak terkait mencari ratusan korban KM Teratai Prima yang tenggelam di perairan Majene, Sulawesi Barat, Minggu (11/1). "Pencarian korban tenggelam akan dikoordinir pihak Dirjen Perhubungan dan Lantamal VI," kata Menhub usai menerima laporan Komandan Lantamal VI, Laksamana Pertama Ignatius Dadiek Surarto, di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Senin (12/1).

Sesuai dengan prosedur, pencarian intensif akan dilakukan selama tujuh hari dan fokus operasi penyelamatan adalah pada pencarian korban yang masih hidup.

Menhub mengatakan, kunjungannya itu selain memeriksa kelengkapan dan kesiapan unit penyelamat, pihaknya juga akan mengomunikasikan soal kebutuhan BBM dengan Pertamina terkait operasi penyelamatan itu.

Menhub juga menyebutkan Tim Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan tiba di Makassar dan selanjutnya menuju lokasi tenggelamnya KM teratai Prima di Sulbar.


Sementara itu, dalam laporan Danlantamal VI, Dadiek Surarto disebutkan bahwa TNI AL mengerahkan 4 kapalnya, yakni KRI Untung Suropati, KRI Kakap, KRI Hasan Basri dan KRI Sri Johor. Kapal TNI AL itu dibantu oleh dua kapal Dephub yaitu Kapal Niaga (KN) Alugara dan KN Mengkara serta Kapal Motor (KM) Samalona, KM Queen Soya, KM Samarinda Express, KM Katila, KM Umsini. "Kami juga dibantu ratusan kapal nelayan di sekitar perairan tersebut," katanya.

Untuk pemantauan dari udara, TNI AL menurunkan dua unit pesawat jenis Nomad P-851 dari Balikpapan dan Makassar. TNI AU sendiri menurunkan Boeing 7301 dan Boeing 7303.

Armada laut dan udara itu untuk melengkapi Tim Darat yang telah berposko di Kota Parepare sebanyak 108 personel untuk membantu personel Angkatan Darat (AD) yang  menyisir bibir pantai di Sulawesi Barat. Sampai saat ini, kata Dadiek, 19 penumpang dan empat Anak Buah Kapal (ABK) sudah ditemukan dalam keadaan selamat. "Salah satu ABK yang selamat itu adalah nakhoda dan sementara diproses di Polres Parepare," ujarnya.

Dalam laporan itu disebutkan juga dalam manives bahwa jumlah penumpang sebanyak 250 orang. Namun selain korban selamat, tim penyelamat belum menemukan satupun korban tewas.  


Editor

Close Ads X