Berkalang Tanah demi Kedaulatan

Kompas.com - 07/01/2009, 07:04 WIB
Editor

Jalur Gaza pernah dikuasai Utzmaniah (Otoman) sejak tahun 1517 sampai tahun 1917 saat kekhalifahan itu runtuh. Setelah itu masuk dalam mandat Inggris sampai tahun 1947 kemudian pecah perang 1948. Setelah perang, Gaza dikuasai Mesir hingga 1948 lalu direbut Israel tahun 1967.

Sebenarnya, tahun 1947, Majelis Umum PBB menerbitkan Resolusi 181 tentang ”Partition Plan for Palestine” yang membagi Palestina menjadi dua: negara Arab dan Yahudi. Namun, Arab menolak pembagian itu dan perang pun berlanjut.

Kedaulatan

Hasil perang 1967 membuat perjuangan bangsa Palestina untuk mewujudkan sebuah negara Palestina semakin berat. Israel masih tetap menduduki Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Jerusalem Timur yang merupakan wilayah Negara Palestina Merdeka. Untuk itulah mereka hingga kini terus berjuang melawan Israel lewat berbagai cara, baik diplomasi maupun perang.

Tekad itu pula yang dipegang teguh dan diperjuangkan Hamas yang memilih jalan berbeda dengan Fatah (Otoritas Palestina pimpinan Presiden Mahmoud Abbas), yakni jalan diplomasi.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa Hamas secara militer harus berjuang mati-matian menghadapi Israel. Akan tetapi, kekalahan militer bukan berarti kekalahan psikologis dan moral seperti halnya Hezbollah saat menghadapi Israel di Lebanon selatan tahun 2006. Kemenangan moral dan psikologis itulah yang akan menjadi senjata perjuangan Hamas sampai cita-cita rakyat Palestina terwujud: negara Palestina berdiri! (ias)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.