Hamas Tangkap Serdadu Israel

Kompas.com - 04/01/2009, 17:26 WIB
Editor

DUBAI,MINGGU-Sayap militer Hamas berhasil menangkap seorang prajurit Israel di Gaza, kata laporan televisi Al Arabiya, Minggu (4/1). Jaringan televisi yang bermarkas di Dubai itu tidak menjelaskan sumber dari laporan tersebut.

Al Jazeera
, jaringan televisi kawasan itu lainnya, juga melaporkan berita yang sama, berdasarkan laporan stasiun televisi yang berpangkalan di Gaza.

Sementara itu, tank-tank Israel dan pasukan infantrinya terlibat bentrokan sengit di Jalur Gaza, Minggu, dalam serangan darat yang dilancarkan setelah delapan hari militer negara Yahudi itu melancarkan serangan udara yang menelan banyak korban.

Namun demikian, serangan-serangan Israel tak mampu menghentikan serangan-serangan roket dan mortir yang dilakukan para pejuang Gaza terhadap wilayah Israel.

Presiden Mesir, Hosni Mubarak, menegaskan ’Mesir mengutuk sekeras-kerasnya operasi darat yang dilakukan Israel di Jalur Gaza, dan serangan terhadap wilayah itu dengan berbagai kekuatan.

Mesir menyerukan kepada Israel agar segera menghentikan serangan-serangan mereka tanpa syarat, dan menyerukan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) serta Kuartet Timur Tengah untuk melakukan tanggungjawab mereka sepenuhnya, tanpa ditunda untuk menghentikan agresi Israel.

Tetapi, Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak, mengatakan: "Itu tidak mudah. Serangan tak bisa diperpendek." Juru bicara militer negara Yahudi, Mayor Avital Leibovitch mengatakan, sasaran serangan adalah untuk menghancurkan infrastruktur Hamas di daerah-daerah operasionalnya.

Sementara itu pejabat Hamas, Ismail Radwan, mengatakan: "Kami telah mempersiapkan pernyataan kemenangan untuk Anda (rakyat Palestina) ... dan Anda akan segera menyaksikannya." Terhadap tentara Israel, Radwan mengatakan, bahwa Gaza tidak akan menjadi tempat piknik, tetapi ’Gaza akan menjadi kuburan Anda semua.’ Juru bicara sayap bersenjata Hamas, Abu Ubaida, menegaskan bahwa Zionis harus tahu bahwa pertempurannya di Gaza akan kalah.          

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Sean McCormack mengatakan kepada pemerintah Israel, bahwa aksi militernya harus memperhatikan potensi dampak terhadap penduduk sipil.  AS sangat prihatin atas situasi kemanusiaan di Gaza. Namun dia juga mengatakan, bahwa Hamas menjadikan rakyat Gaza sebagai sandera. Dia mengharapkan gencatan senjata harus dilakukan secepat mungkin, ’tetapi kami ingin gencatan senjata itu bertahan lama tidak terbatas waktunya.’    

Sementara itu, Sekjen PBB, Ban Ki-moon menyatakan kepada Perdana Menteri Israel Ehud Olmert melalui telepon, tentang keprihatinannya dan kekecewaannya, dan minta Israel menjamin keselamatan rakyat sipil, serta mengizinkan bantuan-bantuan kemanusiaan mencapai tempat-tempat yang dituju.  

Sekjen menyerukan mitra-mitra kawasan dan internasional untuk menggunakan semua pengaruhnya untuk mengakhiri secepatnya pertumpahan darah dan penderitaan rakyat Palestina.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.