Tulis Surat, Teroris Mumbai Minta Bantuan Pakistan

Kompas.com - 23/12/2008, 04:27 WIB
Editor

NEW DELHI, SENIN —Pemerintah India memanggil seorang diplomat Pakistan ke kementerian luar negeri di New Delhi dan menyerahkan sepucuk surat yang diakui ditulis oleh satu-satunya teroris Mumbai yang selamat, Mohammed Ajmal Amir Iman.

Menurut laporan Kantor Berita India PTI, dalam surat itu, Iman memintan bantuan pemerintah Pakistan. Iman mengatakan bahwa ia adalah warga Pakistan dan ingin bertemu dengan Komisaris Tinggi Pakistan (duta besar) di India.

Pejabat-pejabat kementerian luar negeri belum bisa dihubungi untuk diminta komentar mereka mengenai hal itu namun kantor berita resmi itu mengatakan, surat tersebut diserahkan kepada penjabat Komisaris Tinggi Pakistan, Afrasiab.

Seorang pejabat kementerian itu yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, fotokopi surat asli Iman telah diserahkan.

Iman saat ini diinterogasi oleh polisi di Mumbai terkait dengan serangan-srangan bulan lalu yang menewaskan 172 orang, termasuk sembilan orang bersenjata dan sejumlah warga asing, dan menyulut amarah dunia.

Sebuah kelompok tak dikenal yang menamakan diri Deccan Mujahedeen mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, dan seorang bersenjata mengatakan kepada saluran televisi India melalui telepon bahwa mereka berasal dari India dan melakukan serangan itu karena perlakuan tidak adil terhadap muslim India.

Namun, para pejabat India menuduh serangan itu dilakukan oleh kelompok dukungan Pakistan, Lashkar-e-Taiba, yang terkenal karena serangan terhadap parlemen India pada 2001. Namun, juru bicara Lashkar membantah terlibat dalam serangan tersebut.

Serangan di Mumbai itu juga telah menimbulkan ketegangan antara India dan Pakistan. India mengatakan bahwa seluruh 10 orang bersenjata yang melakukan serangan itu datang dari Pakistan. New Delhi telah memberi Islamabad daftar 20 tersangka teroris dan menuntut penangkapan serta ekstradisi mereka.

India dan Pakistan terlibat dalam tiga perang dan hampir terjerumus ke dalam perang keempat setelah serangan militan pada 2001 terhadap gedung parlemen India.

Dua dari tiga perang itu meletus karena masalah Kashmir. Laporan-laporan terakhir intelijen India menunjukkan meningkatnya upaya penyusupan militan melewati garis pengawasan yang dibantu pasukan perbatasan Pakistan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.