Serangan Bom Landa Irak Lagi, 30 Tewas

Kompas.com - 02/12/2008, 03:41 WIB
Editor

BAGHDAD, SENIN - Serangkaian serangan yang ditujukan pada pasukan keamanan di pusat kota Baghdad dan kota Mosul, Irak utara, menewaskan sekurangnya 30 orang, Senin (1/12), pada hari paling berdarah di Irak selama tiga pekan terakhir.

Serangan-serangan mematikan itu bertepatan  dengan pengumuman resmi kementerian Irak tentang meningkatnya kasus kekerasan di negara itu selama November, dimana 340 orang Irak tercatat tewas sedangkan pada Oktober jumlah kematian mencapai 317.

Di Baghdad, 15 tewas dan puluhan lainnya luka termasuk sejumlah calon polisi dan warga sipil, saat seseorang nekat meledakkan diri disusul ledakan sebuah bom mobil dalam serangan kilat di dekat sebuah akademi kepolisian.

Kantor perencanaan keamanan Baghdad, yang mengkoordonasikan operasi tentara dan polisi Irak di ibukota tersebut, melaporkan  11 orang tewas.  Serangan itu terjadi di sebuah jalan yang baru dibuka dua bulan lalu setelah sempat ditutup selama dua tahun karena serangan bom bunuh diri sebelumnya.

Beberapa jam kemudian, 15 orang tewas dan 30 lain cedera ketika sebuah bom mobil bunuh diri meledak dengan sasaran pasukan patroli gabungan AS-Irak di Mosul..

Sementara itu pihak militer AS melaporkan jumlah korban tewas yang lebih sedikit. Mereka menyatakan, hanya delapan warga sipil Irak tewas dan 36 orang lainnya cedera termasuk empat prajurit AS dan dua polisi Irak.

Irak mengalami perbaikan situasi keamanan yang dramatis dalam setahun ini ketika pasukan AS dan Irak dibantu milisi-milisi lokal memerangi gerilyawan. Namun sejumlah kawasan di negara itu, termasuk Baghdad, masih dilanda serangan-serangan yang terjadi hampir setiap hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Militer AS juga menganggap Mosul sebagai sebuah benteng perkotaan kelompok Al-Qaeda di Irak, yang diyakini mendalangi puluhan serangan bom bunuh diri. Di daerah lain di Irak utara, polisi menemukan 12 mayat di sebuah desa sebelah selatan kota kaya minyak Kirkuk.

"Ada bekas-bekas tembakan di tubuh korban dan mayat mereka dibakar", kata kepala kepolisian provinsi itu Jamal Taher Bakr.

Senin merupakan hari paling mematikan di Irak sejak 10 November, ketika 28 orang tewas, termasuk wanita dan pelajar putri, dalam tiga serangan bom yang ditujukan pada sebuah pasar di distrik Sunni Adhamiyah di Baghdad.

Tiga orang lagi tewas dalam serangan bom pinggir jalan di Baghdad dengan sasaran seorang pejabat tinggi kementerian pertahanan. Pejabat itu cedera dalam serangan tersebut.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X