Raul Castro Hadiri Upacara Beatifikasi

Kompas.com - 02/12/2008, 00:39 WIB
Editor

Havana, Senin - Presiden Kuba Raul Castro untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade terakhir ini menghadiri upacara ritual Gereja Katolik Kuba. Kehadiran Castro di kota Camaguey, 530 kilometer tenggara Havana, bersama ribuan orang pada Sabtu itu dipandang sebagai sebuah tanda kembali mesranya hubungan antara pemerintah komunis dan Gereja Katolik.

Upacara di Camaguey ini guna pengukuhan seorang rahib, Jose Olallo Valdes, yang dikenal sebagai ”Bapak Kaum Miskin” menjadi beato. Upacara beatifikasi dalam Gereja Katolik adalah langkah pertama menuju ditetapkannya seseorang menjadi orang suci (santo atau santa).

Pihak berwenang membangun sebuah altar besar di depan Gereja Virgen de la Caridad di Plaza de la Caridad, Camaguey. Presiden Kuba berusia 77 tahun itu hadir tanpa diumumkan lebih dahulu. Dia disambut dengan tepuk tangan seluruh umat.

Mengenakan setelan warna abu-abu, Castro duduk di barisan pertama dalam misa yang dipimpin Kardinal Jose Saraiva dari Portugal, utusan Vatikan. Misa selama hampir tiga jam itu dipersembahkan bagi Rahib Jose Olallo. Olallo menjadi orang Kuba pertama yang menerima beatifikasi di pulau yang lebih dari 500 tahun menerima Katolik.

Menurut kantor berita resmi Kuba, Raul Castro duduk di barisan depan bersebelahan dengan Kepala Kantor Urusan Agama Partai Komunis Caridad Diego.

Beatifikasi dan kehadiran Raul Castro itu bisa membantu memperbaiki hubungan antara Gereja dan pemerintah komunis Kuba yang pernah dingin.

Setelah Fidel Castro berkuasa lewat revolusi bersenjata tahun 1959, pemerintah komunis Kuba tidak pernah melarang agama. Namun, pemerintah mengusir para imam dan menutup sekolah-sekolah agama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Semangat baru

Paus Benediktus XVI mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan dia berharap beatifikasi Olallo itu akan ”memberi semangat kerasulan yang baru” bagi orang Kuba yang saleh.

Ketegangan Pemerintah Kuba dan Gereja berkurang pada awal tahun 1990-an saat pemerintah mencabut referensi pada ateisme dalam konstitusi dan memperbolehkan penganut semua agama untuk bergabung dalam Partai Komunis. Hubungan menjadi lebih baik ketika Paus Yohanes Paulus II berkunjung pada tahun 1998.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.