Bom Marriott Tinggalkan Kawah 17 Meter

Kompas.com - 21/09/2008, 22:44 WIB
Editor


ISLAMABAD,MINGGU-
Serangan bom bunuh diri terhadap Hotel Marriott di Islamabad, ibukota Pakistan, menewaskan 53 orang dan melukai 266 lainnya. Demikian laporan resmi Menteri Dalam Negeri Pakistan Rehman Malik kepada wartawan, Minggu (21/9).

"Saya dengan prihatin mengumumkan bahwa 53 orang tewas dan 266 lagi cedera," katanya. Penyerangnya memakai 600 kilogram bahan peledak, yang menyebabkan kawah selebar 59 kaki (sekitar 17,7 meter) dan sedalam 24 kaki (lebih kurang 7,2 meter).

Kendaraannya adalah truk barang, yang biasa dipakai untuk mengangkut batu dan puing. "Sasaran pembomnya adalah Hotel Marriott. Mereka memakai jenis bahan peledak RDX dan TNT bermutu tinggi," kata Malik.

Satu warga negara Amerika Serikat termasuk di antara yang tewas akibat serangan pada Sabtu (20/9) itu. "Kami mendapatkan mayat satu orang warga negara Amerika Serikat, yang tewas akibat ledakan itu," kata juru bicara Lembaga Ilmu Kedokteran Pakistan, Wasim Khawaja. Jurubicara kedutaan besar Amerika Serikat Lou Fintor menolak menanggapi segera kematian tersebut.

Seorang pejabat keamanan menyatakan orang Amerika Serikat itu termasuk di antara sedikitnya dua orang asing tewas akibat ledakan bom truk tersebut. Regu penolong Pakistan pada Minggu menemukan jenazah Duta Besar Republik Cheska Ivo Zdarek dari reruntuhan hotel itu. Jurubicara kedutaan Cheska hanya memastikan bahwa duta besar itu hilang sejak hari sebelumnya. Pejabat keamanan menyatakan jenazah duta besar itu dibawa ke gedung kedutaan Cheska.

Menurut laporan AFP dari Praha, ibukota Cheska, duta besar Cheska di Pakistan tewas akibat serangan jibaku di hotel tersebut, yang juga menewaskan sedikitnya 60 orang, kata televisi umum Cheska CT 24 dalam laporannya pada Minggu.

Ivo Zdarek menghubungi kedutaannya sesaat setelah pemboman itu pada Sabtu malam, dari dalam hotel tersebut dan ia minta ditolong. Namun, tidak terdengar apa pun sejak itu, kata orang kedua pada kedutaan itu, Jaroslaw Kalfirt, kepada AFP di Islamabad.

Pengeboman itu terjadi beberapa jam setelah presiden baru Pakistan Asif Ali Zardari, duda mendiang mantan perdana menteri Benazir Bhutto, menyampaikan pidato pertamanya di parlemen, yang terletak beberapa ratus meter dari ledakan tersebut. Ia menegaskan bahwa terorisme akan dibasmi.

Hotel Marriott yang dijaga ketat itu adalah bagian dari jaringan perhotelan berpusat di Amerika Serikat dan terkenal di kalangan orang asing, diplomat dan orang kaya Pakistan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.