19 Polisi Diperiksa Kasus Penembakan di Wamena

Kompas.com - 12/08/2008, 18:29 WIB
Editor

JAKARTA, SELASA - Buntut dari kasus pengibaran bendera Bintang Kejora di Wamena, Papua, yang menelan satu korban tewas tertembak, Anthonius Tabuni, Sabtu (9/8) lalu, polisi memeriksa 19 orang anggotanya yang saat itu berada di lokasi kejadian.

Pemeriksaan terhadap 19 anggota polisi ini untuk menyelusuri apakah diantara anggota ini ada yang ada yang melepaskan tembakan yang menyebabkan Tabuni tewas tertembus peluru.

Menurut Kadiv Humas, Irjen Abubakar Nataprawira, hasil pemeriksaan terhadap anggotanya ini akan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan labfor terhadap serpihan peluru yang ditemukan di lokasi.

Sementara dari masyarakat, ada beberapa orang yang diperiksa. "Masyarakat yang melihat, memberi pertolongan pada korban dan berada di lokasi kejadian kita mintai keterangan. Kita mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari masyarakat terkait kasus ini," kata Abubakar, Selasa (12/8).

Sampai sekarang belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, baik itu dari masyarakat, panitia penyelenggara, maupun anggota polisi. Semua yang diperiksa masih berstatus sebagai saksi. "Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Semua masih berstatus sebagai saksi," ungkap Abubakar.

Ketua Panitia Perayaan Hari Internasional Bangsa Pribumi Yulianis Husage, sekretaris Dominikus Sorabut, Ketua Umum Dewan Adat Papua Qorus Yaboisebut, dan Sekretaris Dewan Adat Papua Indiri Sekuan, rencananya juga akan dimintai keterangan terkait kasus ini. Pemeriksaan akan dilaksanakan Kamis (14/8).

Barang bukti yang diamankan dari lokasi diantaranya satu buah patahan panah, dua buah panah, dan tiga buah batu yang diduga digunakan dalam aksi massa yang berakhir dengan isiden satu warga tewas tertembak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Disamping itu Mabes Polri juga mengirim tim dari Mabes Polri untuk membantu pengusutan kasus ini ke Wamena. Tim yang dikirim ke Wamena ini merupakan gabungan dari Puslabfor, Dir I Bareskrim Mabes Polri dan Baintelkan Mabes Polri.

"Baru berangkat ke Wamena tadi pagi. Tim gabungan dari Puslabform, Bareskrim, dan Baintelkam. Mereka akan membantu pengusutan kasus ini," jelas Abubakar. (Persda Network/Sugiyarto)



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.