PBB Selidiki Pembunuhan Benazir

Kompas.com - 11/07/2008, 14:00 WIB
Editor

NEW YORK, JUMAT - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon setuju membentuk komisi independen untuk menyelidiki pembunuhan mantan PM Pakistan Benazir Bhutto

Kantor Ban membenarkan pembentukan komisi itu setelah sebelumnya diumumkan oleh Menlu Pakistan Shah Mahmood Qureshi. "Tujuannya adalah mengidentifikasi pelaku dan kelompok yang mengorganisasi serta mendanai pembunuhan itu," kata Qureshi kepada wartawan setelah bertemu secara pribadi dengan Ban, Kamis (10/7) atau Jumat waktu Indonesia.

Kepastian siapa yang berada di belakang itu bisa membantu menstabilkan kondisi negara sekutu AS dalam memerangi terorisme. Namun, saat ini Pakistan terus digoyang kelompok-kelompok militan seperti Al Qaeda yang masih bercokol di wilayahnya.

Pemerintah sebelumnya menuduh Taliban di Pakistan sebagai pembunuh Bhutto, namun kecurigaan di seputar kematian Benazir lebih luas dari itu, bahkan salah satu tuduhan dialamatkan ke pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah ingin mendapatkan kepastian soal itu. Qureshi memastikan Ban akan menunjuk orang-orang tepercaya untuk duduk di komisi itu.

"Kami mencapai kesepakatan dan ada keputusan konkret soal itu. Yang kami diskusikan dan konsultasi selanjutnya yang dibutuhkan dilakukan sesuatu," kata Qureshi.

Kantor Ban, dalam pernyataannya, menyebutkan, kesepahaman yang luas telah dicapai soal pembentukan komisi itu, termasuk bagaimana membiayainya, siapa saja yang harus menjadi anggota, bagaimana melindungi independensi dan ketidakberpihakannya, serta tidak ada yang boleh menghalangi akses komisi ini untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Namun, Ban juga masih harus membicarkan itu dengan Pakistan dan pejabat PBB lainnya untuk menyusun detail komisi itu.

Qureshi yakin Ban punya otoritas tanpa persetujuan DK PBB untuk membentuk komisi itu. Qureshi juga mengatakan, telah berbicara dengan sejumlah pemimpin dewan dan mereka mendukung pembentukan komisi itu. "Ada kesepakatan bahwa tugas itu harus diselesaikan secepatnya, jadi kami tidak ingin ini menjadi berpanjang-panjang sampai bertahun-tahun," katanya.

Benazir tewas ditembak pada 27 Desember 2007 dan diikuti ledakan bom saat ia meninggalkan lokasi kampanye di Rawalpindi. Kematiannya mengejutkan dunia dan Pakistan, memicu aksi kekerasan berikutnya dan memunculkan dugaan bahwa agen-agen intelijen Pakistan terlibat dalam pembunuhan itu.

Namun, pembunuhan itu diduga mendukung kemenangan Partai Rakyat Pakistan dalam pemilihan umum bulan Februari. Buntutnya, partai ini membangun pemerintahan koalisi yang memungkinkan terbentuknya komisi PBB untuk menyelidiki kematian Benazir. Sebelumnya, pemerintahan Presiden Pervez Musharraf minta bantuan penyelidik federal Inggris, Scotland Yard, untuk menyelidiki pembunuhan itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.