Salin Artikel

Profil Negara Taiwan: Sejarah dan Perkembangan

Pelaut Portugis yang melewatinya pada akhir 1500-an menganggap pulau ini begitu indah sehingga mereka menyebutnya Ilha Formosa (Pulau Indah).

Nama Formosa menjadi populer di antara orang asing, tetapi tidak lagi digunakan secara luas.

Dilansir Britannica, orang China akhirnya mulai menyebut pulau itu Taiwan. Belanda menguasai bagian barat daya pada tahun 1624 dan menjadi kekuatan dominan di Taiwan sampai tahun 1661.

Sejarah Awal Taiwan

Selama pemerintahan singkatnya, Belanda memperkenalkan metode pertanian modern dan membawa banyak pemukim China dari daratan utama.

Belanda lantas diusir dari Taiwan oleh seorang petualang China dan pendukung dinasti Ming, yakni Cheng Ch'eng-kung.

Pasukan Zheng berencana untuk menggunakan Taiwan sebagai basis untuk menyerang daratan utama dan mengusir Manchu, yang baru saja mendirikan dinasti Qing di Beijing.

Manchu mengambil alih Taiwan pada tahun 1683 dan memerintah Taiwan selama dua abad berikutnya sebagai prefektur perbatasan terpencil dan tidak penting di provinsi Fujian.

Setelah Perang Opium pertama (1839-1842), di mana pasukan Inggris mengalahkan China, Manchu mulai lebih fokus pada Taiwan.

Setelah perang, perdagangan wilayah dengan Barat meningkat pesat, yang menimbulkan semacam westernisasi di Taiwan.

Baik Perancis maupun Jepang mengirim ekspedisi ke pulau tersebut. Ini mendorong pemerintah Qing mengerahkan kontrol yang lebih besar atas Taiwan.

Pada tahun 1887, pulau ini menjadi sebuah provinsi. Gubernur Fujian melakukan reformasi di Taiwan, membangun rel kereta api pertama, memperbaiki jalan dan pelabuhan.

Ketika China dan Jepang berperang pada tahun 1895, China kalah, dan salah satu hadiah Jepang adalah Taiwan.

50 tahun berikutnya menjadi penentu bagi Taiwan. Jepang menganggap pulau ini memiliki dua tujuan utama bagi mereka. Salah satunya adalah sebagai sumber produk pertanian untuk membantu memberi makan Jepang.

Untuk itu, Jepang memperluas produksi padi, tebu, pisang, dan tanaman pangan lainnya di Taiwan.

Meskipun Jepang represif, mereka memperkenalkan industrialisasi, meningkatkan sistem transportasi dan perawatan kesehatan, dan memulai pendidikan publik di Taiwan.

Gejolak Sejarah Taiwan

Sosok bernama Chiang Kai-shek pun kembali ke China pada 1945, setelah Jepang dikalahkan dalam Perang Dunia II.

Pemerintah Nasionalis China lantas memperlakukan pulau itu sebagai wilayah yang ditaklukkan dan menganggap rakyat Taiwan sebagai kolaborator dengan musuh Jepang.

Hubungan China-Taiwan terus memburuk, dan Taiwan memberontak pada tahun 1947. China menghentikan pemberontakan, membunuh ribuan warga Taiwan.

China kemudian menghadapi masalah besar, yakni memenangkan kembali kepercayaan dan dukungan dari Taiwan, terutama setelah pasukan komunis menaklukkan daratan pada tahun 1949.

Habis Manis di Era Komunis

Sejumlah besar pejabat pemerintah nasionalis, pasukan, dan pengungsi lainnya dari daratan kemudian melarikan diri ke Taiwan.

Chiang Kai-shek, yang telah menjadi pemimpin pemerintahan nasionalis China, akhirnya bergeser mendirikan pemerintahannya di pulau tersebut.

Amerika Serikat pada awalnya menarik dukungan dari pemerintah nasionalis. Namun, setelah Korea Utara menginvasi Korea Selatan pada tahun 1950, AS mengubah kebijakannya.

Dalam Perang Korea, Republik Rakyat China mendukung Korea Utara, sementara AS membantu Korea Selatan.

Presiden AS Harry S Truman juga mengirim Armada Ketujuh AS ke Selat Taiwan untuk mencegah invasi ke Taiwan oleh tentara komunis dari daratan utama.

Dukungan militer AS terhadap China diresmikan dalam sebuah perjanjian keamanan bersama yang ditandatangani pada 1954.

Setelah Republik Rakyat China diterima di PBB pada tahun 1971 dan Taiwan terusir, banyak negara mulai mengalihkan hubungan diplomatik mereka dari nasionalis ke komunis.

Pada 1 Januari 1979, AS mengakhiri hubungan diplomatik dengan Taiwan dan memberikan pengakuan diplomatik kepada Republik Rakyat China yang sudah berhaluan komunis.

Chiang Kai-shek pun tetap menjadi presiden Taiwan sampai kematiannya pada tahun 1975.

Ia percaya bahwa rakyat China daratan pada akhirnya akan memberontak terhadap para pemimpin komunis mereka.

Ia juga yakib pemerintahan nasionalis-nya akan kembali berkuasa di daratan.

https://internasional.kompas.com/read/2022/07/29/140000870/profil-negara-taiwan--sejarah-dan-perkembangan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.