Salin Artikel

Sejarah Hubungan Ukraina dengan NATO

Semenjak itu, Ukraina terpecah antara Moskwa yang merupakan bekas penguasanya di era Soviet, dan badan-badan Barat yang ingin mereka ikuti.

Dikutip dari AFP pada Rabu (23/2/2022), berikut adalah rangkuman sejarah hubungan Ukraina dan NATO.

Presiden Rusia Boris Yeltsin menerima pemungutan suara, lalu Rusia, Ukraina, dan Belarus membentuk Commonwealth of Independent States (CIS).

Namun, selama lima tahun ke depan, Ukraina mencari cara untuk membebaskan diri dari cengkeraman Rusia yang telah berlangsung selama tiga abad.

Dengan menganggap CIS sebagai upaya untuk membawa republik-republik bekas Soviet di bawah kendali Moskwa, Ukraina diam-diam berbalik ke arah Barat. Mereka menjalin hubungan dengan aliansi militer NATO yang dipimpin AS, dan langkah itu ditentang Rusia.

Setelah berakhirnya Perang Dingin, Ukraina, Rusia, Inggris, dan AS pada Desember 1994 sepakat untuk menghormati kemerdekaan, kedaulatan, dan perbatasan Ukraina. Kesepakatan itu sebagai imbalan bagi Ukraina yang meninggalkan senjata nuklir yang diwarisinya dari Uni Soviet.

Perjanjian itu menyelesaikan perselisihan kunci dengan mengizinkan Rusia mempertahankan kepemilikan sebagian besar kapal di armada Laut Hitam yang berbasis di Crimea, sementara mengharuskan Moskwa membayar Kiev biaya sewa sederhana untuk menggunakan pelabuhan Sevastopol.

Moskwa juga tetap menjadi mitra komersial terpenting Kiev, dengan Ukraina sepenuhnya bergantung pada minyak dan gas Rusia.

Ukraina diperingatkan Uni Eropa pada 2003 ketika menandatangani kesepakatan dengan Rusia, Belarus, dan Kazakhstan di Ruang Ekonomi Bersama.

Uni Eropa mengatakan, hal itu dapat menghalangi pemulihan hubungan Ukraina dengan blok tersebut dan keanggotaannya di Organisasi Perdagangan Dunia.

Keributan menyebabkan pemungutan suara dibatalkan dan pada Desember 2004 pemimpin oposisi pro-Barat Viktor Yuschenko, yang menjadi korban keracunan dioksin misterius saat kampanye, menjadi presiden.

Ini menandai awal dari era politik baru di Ukraina setelah 10 tahun di bawah kepemimpinan Leonid Kuchma, yang bimbang antara Eropa atau Rusia.

Yuschenko dengan cepat mengulangi keinginan Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa, meskipun ada keberatan dari blok tersebut bersama dengan NATO.

Pada 2008 dalam KTT di Bukares, para pemimpin NATO setuju bahwa Ukraina mungkin bisa masuk aliansi itu dan memicu kemarahan Moskwa.

Rusia dan Ukraina terlibat dalam beberapa perselisihan, terutama tentang gas pada 2006 dan 2009 yang mengganggu pasokan energi Eropa.

4. Pemberontakan pro-Eropa

Yanukovych terpilih sebagai presiden tahun 2010, dan pada November 2013 ia menangguhkan pembicaraan tentang pakta perdagangan dengan Uni Eropa demi hubungan yang lebih erat dengan Rusia.

Hal tersebut memicu protes besar-besaran selama berminggu-minggu oleh kelompok-kelompok oposisi pro-Eropa yang menuntut presiden pro-Rusia itu mundur.

Pemberontakan yang berpusat di Lapangan Kemerdekaan Kiev kemudian memuncak pada Februari 2014 ketika polisi menembaki pengunjuk rasa.

Sekitar 100 demonstran dan 20 polisi tewas selama pemberontakan tiga bula tersebutn.

Yanukovych lalu melarikan diri ke Rusia dan dimakzulkan.

Pada Maret 2014 Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani perjanjian yang mencaplok Crimea ke Rusia.

Aneksasi tersebut memicu krisis diplomatik terburuk antara Barat dan Rusia sejak jatuhnya Uni Soviet.

Kemudian, pada April 2014 pemberontakan pro-Rusia pecah di kawasan timur industri Ukraina.

Separatis pro-Rusia di Donetsk dan Luhansk selanjutnya menyatakan wilayah mereka merdeka.

Ukraina dan para sekutu Baratnya menuduh Rusia menghasut pemberontakan dan menyuplai senjata dan pasukan untuk mendukung dua republik yang memproklamirkan diri itu.

Bentrokan tersebut menjadi konflik besar-besaran pada Mei 2014, dan konflik tersebut menewaskan lebih dari 14.000 orang.

Setelah mengumpulkan puluhan ribu tentara di perbatasan Ukraina, Putin pada 21 Februari 2022 mengakui kemerdekaan Donetsk dan Luhansk. Putin juga memerintahkan invasi Rusia ke Ukraina.

Hubungan Ukraina dengan NATO saat ini masih belum menemui kejelasan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky belum mendapat kepastian apakah negaranya bisa masuk NATO atau tidak.

https://internasional.kompas.com/read/2022/02/26/130400270/sejarah-hubungan-ukraina-dengan-nato

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.