Salin Artikel

Sejarah Bahasa Mandarin dan Perkembangannya

KOMPAS.com - Selain bahasa Inggris dan Korea, salah satu bahasa paling populer di dunia adalah bahasa Mandarin.

Kepopulerannya semakin berkembang karena banyaknya penutur asing yang berminat mempelajarinya.

Semakin majunya China, membawa Mandarin juga naik level, menjadi salah satu bahasa dunia.

Sejarah Bahasa Mandarin

Dilansir Britannica, Bahasa Mandarin adalah bahasa yang asalnya dari dialek bahasa Tionghoa.

Awal mula munculnya bahasa Mandarin adalah dari kawasan sepanjang utara dan barat daya China. Dialek dari kawasan utara Tiongkok ini biasa disebut Putonghua atau Guoyu

Seiring berjalannya waktu, Putonghua menjadi bahasa resmi negara China. Sedangkan Guoyu dijadikan bahasa resmi negara Taiwan.

Putonghua juga menjadi satu dari empat bahasa resmi yang digunakan oleh masyarakat Singapura.

Bahasa Tionghoa memiliki 200 variasi bahasa yang tersebar di seluruh negara. Dari 200 bahasa, kemudian dapat dikelompokkan menjadi 13 kelompok dialek.

Tujuh dari 13 dialek yang umum digunakan oleh masyarakat antara lain adalah bahasa Mandarin, Yue, Xiang, Min, Gan, Wu, dan Hakka.

Kata "Mandarin" biasa digunakan untuk mendeskripsikan bahasa Tionghoa atau bahasa Mandarin.

Dalam bahasa Inggris, kata "Mandarin" merupakan kata serapan dari Portugis, "mandarin", yang asalnya dari bahasa Melayu.

Dalam konteks sejarah, pengertian kata "Mandarin" secara harfiah adalah sebutan orang asing kepada para pembesar Dinasti Qing.

Pembesar meliputi para pejabat, bangsawan, serta anggota kerajaan dari Dinasti Qing.

Para pembesar dari Dinasti Qing pada zamannya memang disebut dengan Mandaren.

Para Mandaren atau Pembesar Manchu ini memiliki struktur bahasa dan aksara, yang kemudian penulisan atau penyebutannya menjadi Mandarin.

Perkembangan Bahasa Mandarin

Sebagai salah satu bahasa tertua, di tahun 2010, tercatat 955 juta orang menjadi penutur asli bahasa Mandarin.

Angka tersebut sangat besar jumlahnya.

Ini karena bahasa yang digunakan adalah bahasa ibu atau bahasa asal yang berbeda dengan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.

Meski begitu, Mandarin jadi bahasa yang sulit dipelajari. Dari segi aksara atau huruf, bahasa Mandarin tak menggunakan alfabet.

Bahasa Mandarin memiliki aksara sendiri, yakni aksara Mandarin, yang karakternya sangat berbeda dengan alfabet pada umumnya.

Karena itu, untuk dapat menguasai bahasa Mandarin secara menyeluruh, non-penutur asli harus mempelajari 3.000 karakter aksara Mandarin.

https://internasional.kompas.com/read/2021/11/22/063000570/sejarah-bahasa-mandarin-dan-perkembangannya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.