Salin Artikel

4 Liputan Jurnalisme Paling Berpengaruh dalam Sejarah

KOMPAS.com - Liputan jurnalisme lebih dari sekadar berita biasa. Dia bisa feature mendalam, jurnalisme investigasi, atau jurnalisme narasi.

Karena itulah, liputan semacam ini akan melekat, dan dari segi pengaruh, juga lebih kuat.

Dilansir laman Global Independent Journalist Network (GIJN), berikut beberapa liputan jurnalisme paling berpengaruh yang pernah ditulis dalam sejarah.

“US Says Hussein Intensive Quest for A-Bomb Parts” - Michael Gordon dan Judith Miller

Laporan ini terbit di The New York Times, 8 September 2002.

Ini adalah hal yang sulit karena begitu banyak laporan media besar tentang program WMD Saddam Hussein sebelum invasi AS tahun 2003.

Tapi cerita ini, yang kemudian dikutip oleh Condoleezza Rice, Dick Cheney, dan Colin Powell, akhirnya memainkan peran penting dalam pembenaran pemerintahan Bush untuk melancarkan perang.

Ini mungkin merupakan kesalahan geopolitik terbesar di abad ke-21 dan, selanjutnya, telah menyebabkan krisis kemanusiaan besar-besaran.

“Vietnam Archive: Pentagon Study Traces 3 Decades of Growing US Involvement” - Neil Sheehan

Laporan ini terbit di New York Times, 13 Juni 1971.

Kisah ini, yang berasal dari salah satu kebocoran rahasia militer terbesar dalam sejarah AS, berasal dari serah terima 7.000 halaman Daniel Ellsberg tentang keterlibatan Amerika di Vietnam.

Materi tersebut merupakan laporan internal untuk Pentagon yang ditugaskan di bawah Kennedy dan Menteri Pertahanan Johnson Robert McNamara.

Laporan tersebut juga kemudian diterbitkan Washington Post dan mengarah ke kasus Mahkamah Agung penting yang memenangkan pers pada tahun 1971 .

“GOP Security Aide Among Those Arrested” - Bob Woodward and Carl Bernstein

Laporan ini terbit di Washington Post, 19 Juni 1972.

Ini adalah tindak lanjut pertama dari kisah perampokan Watergate asli yang berkolaborasi dengan Woodward dan Bernstein.

The Washington Post akhirnya memenangkan Hadiah Pulitzer 1973 untuk pelaporan investigasi.

Pelaporan membantu menjatuhkan seorang presiden, yakni Richard Nixon.

“From Aggressive Overtures to Sexual Assault: Harvey Weinstein’s Accusers Tell Their Stories” - Ronan Farrow, The New Yorker

Laporan ini terbit di The New Yorker, 23 Oktober 2017. Inti ceritanya adalah bahwa Weinstein, seorang maestro Hollywood yang kuat, telah dituduh oleh lusinan wanita melakukan pemerkosaan, penyerangan seksual, dan pelecehan selama tiga dekade kekuasaannya di industri film.

Karya Farrow mendapat prioritas di sini karena kedalamannya, cara dia mengangkat laporan langsung dari korban yang diduga Weinstein, dan sentralitasnya sebagai titik orientasi budaya.

Gerakan Me Too mungkin saja merupakan gerakan sosial global paling signifikan, dan Farrow telah dilihat sebagai semacam "malaikat balas dendam jurnalistik" bagi para korban pelecehan seksual.

https://internasional.kompas.com/read/2021/10/10/204620170/4-liputan-jurnalisme-paling-berpengaruh-dalam-sejarah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.