Salin Artikel

Rekaman Kaset Langka John Lennon Terjual Ribuan Dollar, Apa Isinya?

KOMPAS.com - Sebuah rekaman kaset langka John Lennon dan Yoko Ono telah terjual seharga 58.300 dollar AS di sebuah lelang di ibukota Denmark, Kopenhagen.

Dilansir BBC, trek audio berdurasi 33 menit itu dibuat oleh empat remaja Denmark lebih dari 50 tahun yang lalu, beberapa bulan sebelum The Beatles mengumumkan perpisahan mereka.

Rekaman menampilkan wawancara dengan Lennon-Ono. Juga memuat apa yang diyakini sebagai lagu yang tidak pernah dirilis.

Rumah lelang mengatakan kaset itu mungkin akan dibeli oleh museum atau kolektor, sebelum mereka membuka penawaran pada Selasa (28/9/2021).

Pembeli, yang masih belum diketahui, membuat tawaran telepon untuk kaset, yang dijual bersama dengan foto-foto anak sekolah dengan Lennon dan salinan koran sekolah.

Rekaman ini punya cerita panjang. Pada bulan Januari 1970, sekelompok anak sekolah berangkat untuk bertemu musisi ikonik itu.

Mereka mewawancarainya untuk koran sekolah.

"Kami adalah sekelompok hippie berusia 16 tahun," kata Karsten Hoejen, yang membuat rekaman itu.

Mereka sebagian besar tertarik pada kampanye perdamaian Lennon dan Ono.

Di sisi lain, penduduk setempat terkejut menemukan Lennon tinggal di Mu, jauh di barat laut Denmark.

Pasangan itu datang untuk menghabiskan waktu bersama putri kecil Ono, Kyoko, yang tinggal di daerah itu bersama ayahnya, mantan suami Ono, Anthony Cox, dan istrinya Melinda.

Awalnya, mereka pergi tanpa disadari. Tapi begitu tersiar kabar, konferensi pers pun diadakan.

Keempat remaja tersebut membujuk seorang guru untuk mengizinkan mereka menghadiri dan menegosiasikan tumpangan ke tempat tersebut.

Tetapi perjalanan mereka tertunda badai salju. Akhirnya, acara utama pun terlewatkan.

"Butuh waktu lama karena jalan bersalju dan es," kenang Hoejen. "Ketika kami tiba, semua orang pergi."

Di momen itulah, dia dan beberapa jurnalis terlambat lainnya diundang.

Berbekal perekam kaset dan mikrofon pinjaman, Hoejen muda merekam pertemuan itu, sementara temannya Jesper Jungersen mengambil foto.

"John bertanya kepada saya, 'Dari mana Anda berasal? Sebuah stasiun radio?'. 'Tidak, dari majalah sekolah,' kata saya," kenang Hoejen.

Pertemuan itu disebutnya "sangat nyaman" dan "santai". Lennon dan Ono duduk di sofa, bersama Kyoko, Anthony, dan Melinda Cox.

"(Mereka) duduk dengan kaki di atas meja dengan kaus kaki wol mereka," ujar Hoejen.

Saat itu perang masih berkecamuk di Vietnam. Hanya beberapa bulan sebelumnya Lennon dan Ono telah melakukan protes perdamaian tingkat tinggi dari tempat tidur mereka.

Dalam rekaman itu Lennon ditanya, "Bagaimana menurut Anda orang-orang seperti saya dapat membantu Anda menciptakan perdamaian di seluruh dunia?"

"Tirulah apa yang kita lakukan," jawabnya. "Pikirkan, 'Apa yang bisa saya lakukan secara lokal?'"

Pada satu titik, pasangan itu bergabung dalam tradisi Denmark dan menari di sekitar pohon Natal.

Kemudian, mantan pentolan Beatles itu bermain gitar dan menyanyikan hit "Give Peace a Chance".

Duo ini juga membawakan lagu pendek berjudul "Radio Peace".

"Lagu itu ditulis sebagai lagu tema untuk sebuah stasiun radio," kata Hoejen kepada BBC.

"Stasiun radio itu tidak pernah dibuka dan lagunya tidak pernah dirilis," tambahnya.

"Sepengetahuan kami, satu-satunya tempat di mana lagu ini ada adalah di kaset kami."

Rekaman itu dibuat hanya beberapa bulan sebelum The Beatles mengumumkan bubar.

Puluhan tahun kemudian, Hoejen menyadari bahwa dia sedang duduk di atas barang berharga dan meletakkan kaset itu di brankas bank.

Sekarang kaset kuno itu dijual di rumah lelang utama Denmark, Bruun Rasmussen di Kopenhagen, bersama dengan salinan asli surat kabar sekolah dan 23 foto.

https://internasional.kompas.com/read/2021/09/30/093149970/rekaman-kaset-langka-john-lennon-terjual-ribuan-dollar-apa-isinya

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.