Salin Artikel

Kisah Perang: Kenapa Thailand Tidak Pernah Dijajah?

Alasan kenapa Thailand tidak pernah dijajah bisa ditelusuri saat negara itu masih bernama Siam, dan dipimpin Raja Mongkut yang bergelar Rama IV hingga Raja Chulalongkorn atau Rama V.

Kedua raja itu dengan cepat melakukan modernisasi, menerapkan pola hidup ala Barat atau mendekatinya, agar dipandang sebagai negara yang sudah mapan.

Peran dua raja

Modernisasi dilakukan dalam beberapa aspek, mulai pendidikan gaya Eropa hingga mengajarkan bahasa Inggris kepada keluarga kerajaan Siam.

Raja Rama IV memerintahkan sekolah-sekolah memasukkan mata pelajaran geografi dan astronomi modern, agar para murid dapat mengenali negara Barat sebelum mereka masuk ke Siam.

Raja juga menyadari banyaknya Misionaris Kristen yang masuk Siam, sehingga mereka dipekerjakan untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada keluarga kerajaan.

Dikutip dari Kompasiana, Raja Mongkut pun menyewa tentara bayaran dari negara Barat untuk melatih pasukan Siam.

Cara-cara yang menjadi landasan kenapa Thailand tidak pernah dijajah itu, kemudian diteruskan oleh Raja Rama V pada abad ke-19.

Proses kenapa Thailand tidak dijajah

Dilansir dari New Historian, ada dua cara oleh Raja Chulalongkorn yang turut memengaruhi kenapa negara Thailand tidak pernah dijajah.

Pertama, Chulalongkorn menyadari letak geografis Siam adalah pemisah antara kolonisasi Inggris di semenanjung Melayu dan kolonisasi Perancis di Indo-China.

Istilahnya, Siam saat itu adalah buffer state atau negara pemisah/penyangga.

Myanmar sampai Malaysia dulu dijajah Inggris, sedangkan Perancis menduduki Vietnam, Laos, dan Kamboja. Semuanya mengelilingi Thailand.

Dikatakan oleh New Historian, Raja Chulalongkorn sampai mengubah sistem politik Thailand menjadi versi yang lebih Eropa.

Chulalongkorn juga mengadakan proyek pembuatan peta, karena tahu orang-orang Eropa menekankan pengetahuannya pada topografi dalam menentukan wilayah.

Dengan memahami peta, konflik perbatasan yang tidak jelas atau saling klaim tanah bisa ditekan.

Bahkan, Raja Chulalongkorn atau Rama V memerintahkan seluruh rakyat Siam memakai sepatu Eropa modern, bukan sepatu tradisional Thailand lagi, agar ketika bangsa Barat datang mereka mengira penduduk setempat tidak terbelakang dan seperti teman.

Arsitek-arsitek dari Benua Biru juga dipekerjakan untuk membangun berbagai macam gedung dan benteng bergaya Eropa.

Kebijakan-kebijakan itu membuat Siam terkenal sebagai pemerintahan yang terbuka dengan negara-negara asing, sehingga turut memengaruhi faktor kenapa Thailand tidak pernah dijajah oleh bangsa Barat.

Di sistem itu, Chulalongkorn membangun kekuatan tentara lokal untuk menempati wilayah-wilayah di luar jangkauannya.

Tentaranya memang tidak sekuat pasukan Eropa, tetapi memberi raja lebih banyak kekuatan untuk mengendalikan pemimpin lokal.

Akhirnya semua penguasa lokal digulingkan, dilucuti kekuasaannya, dan pemerintahan dipusatkan di Bangkok.

Perjanjian Browing dan ikut Perang Dunia 1

Perjanjian Browing pada 1854 adalah kesepakatan yang dilakukan Gubernur Hong Kong John Browing saat masih diduduki Inggris, dengan Siam untuk menghapus monopoli pajak perdagangan luar negeri.

Perjanjian ini sangat merugikan Siam dan menguntungkan Inggris, tetapi Raja Rama V melakukannya demi menghindari penjajahan.

Sebab, dengan dihapusnya pajak dan bea impor, membuat Siam terintegrasi dengan sistem ekonomi dunia.

Mereka menjadi pasar penjualan barang-barang industri dan investasi negara Barat. Siam juga bisa mengekspor produk beras, timah, dan kayu jati.

Partisipasi itu membuat Siam dapat kursi di konferensi Perjanjian Versailles pada Januari 1919.

Minim hasil bumi

Faktor lainnya mengapa Thailand tidak pernah dijajah adalah minim hasil bumi.

Tidak seperti negara-negara Asia Tenggara lain yang sumber daya alamnya melimpah, Siam tidak memiliki tanah subur.

Alhasil, orang-orang Barat tidak tertarik menduduki dan turut menjadi alasan kenapa Thailand tidak pernah dijajah oleh negara lain.

Secara kesimpulan, kombinasi faktor modernisasi, diplomasi, dan hasil bumi adalah alasan mengapa Thailand tidak dijajah.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Serafica Gischa | Editor: Nibras Nada Nailufar)

https://internasional.kompas.com/read/2021/09/07/134943470/kisah-perang-kenapa-thailand-tidak-pernah-dijajah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.