Salin Artikel

Kisah Malala Yousafzai, Gadis yang Ditembak Taliban karena Bersekolah, Selamat, hingga Lulus Kuliah di Oxford

Malala yang kala itu berusia 15 tahun sedang dalam perjalanan dari rumah ke sekolahnya naik bus. Remaja perempuan tersebut asyik mengobrol dengan teman-temannya tentang PR di sekolah.

Tiba-tiba, di tengah perjalanan dua anggota Taliban mencegat bus. Mereka masuk dan salah satunya memanggil-manggil nama Malala.

Pada hari yang sama, dia dibawa ke rumah sakit militer Pakistan di Peshawar.

Empat hari selanjutnya Malala Yousafzai diterbangkan ke Birmingham, Inggris, untuk menerima perawatan intensif.

Meski memerlukan banyak operasi, termasuk perbaikan saraf wajah untuk memperbaiki sisi kiri wajahnya yang lumpuh, Malala Yousafzai tidak menderita kerusakan otak besar.

Pada Maret 2013, gadis Pakistan itu mulai bersekolah di Birmingham. Atas penembakan itu dukungan besar-besaran mengalir kepada Malala Yousafzai.

Biografi Malala Yousafzai

Malala Yousafzai adalah anak sulung pasangan Ziauddin dan Tor Pekai Yousafzai. Ia memiliki dua adik laki-laki.

Malala lahir pada 12 Juli 1997 di Mingora, kota terbesar Lembah Swat, provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan.

Akan tetapi, semua itu berubah ketika Taliban mencoba menguasai daerah tersebut.

Usia Malala Yousafzai masih 10 tahun ketika Taliban mulai mengendalikan Lembah Swat dan menjadi dominan di bidang politik dan sosial.

Taliban lalu melarang perempuan bersekolah dan kegiatan budaya seperti menari, bahkan menonton televisi juga tidak diperbolehkan.

Serangan bom bunuh diri menyebar, dan hingga akhir 2008 Taliban telah menghancurkan sekitar 400 sekolah.

Sebelum lolos dari percobaan pembunuhan Taliban, nama Malala Yousafzai sendiri sudah menggema berkat keberaniannya menyuarakan perlawanan terhadap kelompok tersebut.

Malala Yousafzai mendesak agar perempuan diperbolehkan memperoleh pendidikan.

Pada September 2008 contohnya. Setelah Taliban menyerang sekolah perempuan di Swat, Malala berpidato di Peshawar dengan mengangkat judul "Betapa Beraninya Taliban Merampas Hak Dasar untuk Bersekolah".

Blog Malala berisi cerita dirinya hidup di bawah ancaman Taliban, yang melarang perempuan mengenyam pendidikan.

Dia mengungkapkan bahwa Taliban memaksanya untuk tinggal di rumah sehingga mempertanyakan motif kelompok itu.

Selamat dari penembakan, makin kencang suarakan hak perempuan untuk lawan Taliban

Perang Pakistan melawan Taliban meletus pada 2009, dan Malala menjadi pengungsi di negaranya. Dia dan keluarganya harus meninggalkan rumah untuk mencari lokasi aman yang jauhnya ratusan kilometer.

Ketika kembali ke rumah beberapa pekan kemudian, Malala menggunakan sarana media untuk melanjutkan kampanye hak bersekolah.

Suaranya makin nyaring sehingga dia dan ayahnya menjadi dikenal seantero Pakistan.

Kegiatan aktivisnya berbuah manis dengan masuknya Malala Yousafzai sebagai nominasi penghargaan Nobel Perdamaian Anak Internasional pada 2011. Pada tahun yang sama, dia mendapat penghargaan Pakistan's National Youth Prize.

Setelah selamat dari penembakan, Malala Yousafzai makin gencar menyuarakan hak-hak perempuan untuk melawan Taliban.

Setahun kemudian, Malala Yousafzai menyabet Penghargaan Nobel Perdamaian saat dia berusia 17 tahun. Malala menjadi orang termuda yang meraih penghargaan tersebut.

"Penghargaan ini tidak hanya untuk saya. Ini untuk anak-anak yang terlupakan yang ingin menempuh pendidikan. Ini untuk anak-anak yang ketakutakan, yang menginginkan perdamaian," kata Malala Yousafzai.

"Ini untuk anak-anak yang tidak bisa bersuara, yang menginginkan perubahan," imbuhnya.

Tahun itu juga, ia mendirikan lembaga amal Malala Fund dengan dibantu ayahnya. Sekarang lembaga tersebut memberdayakan anak perempuan untuk mengolah potensi diri sehingga mampu menjadi pemimpin kuat bagi negara.

Proyek pendidikan dari Malala Fund tersebar di enam negara dan bekerja sama dengan pemimpin dunia.

Selanjutnya tahun 2014, Malala Yousafzai meraih penghargaan Nobel Perdamaian atas perannya dalam menyuarakan hak anak.

Dia bertemu dengan Perdana Menteri Shahid Khawan Abbasi dan menyampaikan pidato yang emosional.

Selama kunjungan empat hari itu, Malala Yousafzai mengungkapkan kerinduan terhadap tanah airnya.

Malala Yousafzai lalu diterima kuliah di Universitas Oxford, Inggris. Dia lulus pada Juni 2020 saat berusia 22 tahun.

Melansir Sky News, Malala melalui akun Twitter-nya mengabarkan kepada publik bahwa dia baru saja menyandang gelar sarjana jurusan Filsafat, Politik dan Ekonomi dari Universitas Oxford, Inggris.

Ucapan selamat pun mengalir dari berbagai pihak, seperti Wali Kota London Sadiq Khan hingga astronot NASA Anne McClain.

Kompas.com pada 20 Juni 2020 mewartakan, ada ribuan ucapan selamat atas kelulusan Malala Yousafzai.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Veronika Yasinta, Miranti Kencana Wirawan | Editor: Veronika Yasinta, Miranti Kencana Wirawan)

https://internasional.kompas.com/read/2021/08/21/194015070/kisah-malala-yousafzai-gadis-yang-ditembak-taliban-karena-bersekolah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.