Salin Artikel

Tokyo Rose: Wanita Pengirim Propaganda di Balik Siaran Radio Jepang

KOMPAS.com - Selama Perang Dunia II terdapat sosok wanita yang dikenal dengan "Tokyo Rose" yang membawa pesan propaganda kepada Amerika Serikat dalam siaran radio Jepang.

Siapakah Tokyo Rose?

Wanita bernama Iva Toguri, kelahiran Los Angeles pada 4 Juli 1916 adalah orang di balik sosok "Tokyo Rose".

Ia wanita berwarganegaraan Amerika Serikat, yang terpaksa melepaskan kewarganegaraannya saat berkunjung di Jepang dan tiba-tiba terjadi serangan di Pearl Harbor, seperti yang dilansir Kompas.com dari Biography.

Situasi tegang antarnegara membuatnya tidak bisa kembali, sehingga ia menetap di Jepang dan mendapatkan pekerjaan di radio sebagai pembawa acara "Zero Hour", sebuah program propaganda dan hiburan yang ditujukan untuk tentara Amerika.

Hari Kemerdekaan Amerika

Pada Hari Kemerdekaan Amerika, 4 Juli 1916, Iva Toguri lahir di Los Angeles, California. Putri dari seorang ayah berdarah Jepang-Amerika yang memiliki toko impor.

Toguri terjebak dalam dua identitas budaya yang mengalir di darahnya sepanjang massa Perang Dunia II, di mana Jepang dan Amerika adalah dua negara berseberangan kubu.

Saat remaja, wanita ini memiliki cerita hidup yang normal saja, yaitu kuliah di UCLA untuk menjadi dokter. Ia lulus pada 1941, setelah itu cerita kehidupannya berubah.

Ia diberi liburan ke Jepang setelah lulus sekaligus menemui adik ibunya yang jatuh sakit di sana.

Pada 7 Desember 1941, ketika terjadi serangan terhadap Pearl Harbor di Hawaii

Ketegangan antara Jepang dan Amerika membuatnya tiba-tiba sulit untuk kembali ke Amerika. Ia ketinggalan kapal terakhir menuju Amerika, sehingga dia terjebak di Jepang.

Saat bertemu dengan polisi Jepang, ia pun untuk menuntut agar dia melepaskan kewarganegaraan Amerika dan berjanji setia kepada kaisar Jepang. Dia menolak.

Sehingga, dia diperlakukan layaknya musuh di Jepang dan diawasi secara ketat, mendapatkan perlakuan buruk dari tetangga, polisi, dan militer. Terpaksa ia meninggalkan bibinya dan pindah ke rumah kos di Tokyo.

"Zero Hour"

Pada 1942, pemerintah Amerika menangkap orang Jepang-Amerika dan menempatkan mereka di kamp-kamp interniran.

Keluarga Toguri di Amerika dipindahkan ke kamp seperti itu, tetapi Toguri tidak mengetahuinya. Komunikasi antara dia dan orangtuanya melalui surat terhenti, dan dia tidak tahu informasi tentang kehidupan mereka.

Di Jepang, Toguri membutuhkan pekerjaan untuk menyambung hidup. Dia pergi ke surat kabar berbahasa Inggris dan mendapat posisi mendengarkan siaran berita radio gelombang pendek dan mentranskripnya.

Toguri kemudian mendapat pekerjaan kedua di Radio Tokyo sebagai juru ketik, membantu mengetik skrip.

Namun, dia tiba-tiba diminta untuk menjadi penyiar sebuah acara yang disebut “Zero Hour,” sebuah program hiburan untuk tentara Amerika, dan pada November 1943 dia mulai membawakannya.

Isinya tentang konten dewasa untuk menurunkan moral para tentara Amerika yang berada di Pasifik Selatan, dengan memberi tahu mereka bahwa gadis-gadis mereka di rumah sedang berkencan dengan pria lain.

Disebutkan dalam Biography bahwa dia memang menyebut pasukan tentara Amerika itu “bodoh”, tetapi dia tidak pernah menyebarkan banyak propaganda, seperti tujuan utama siaran.

Toguri tidak pernah menyebut dirinya Tokyo Rose dalam siarannya. Dia menyebut dirinya Ann dan Orphan Ann.

Tokyo Rose adalah istilah yang diciptakan oleh pria kesepian Amerika di Pasifik Selatan yang senang mendengar apa yang mereka bayangkan sebagai wanita tipe geisha yang eksotis. 

Dia bekerja sebagai penyiar radio selama tiga tahun.

Dalam kehidupannya di Jepang yang menahan rindu pulang ke rumahnya, dia bertemu dengan seorang pria Jepang-Portugis bernama Filipe D'Aquino, dan mereka jatuh cinta.

Mereka menikah pada 1945. Pada Agustus 1945, Amerika menjatuhkan dua bom di Nagasaki dan Hiroshima, kemudian membuat pemerintah Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu.

Tuduhan pengkhianatan

Setelah Perang Dunia II beraakhir, wartawan tertarik dengan peran Toguri, mewawancarainya dan membuat catatan dengan 17 halaman tentang pekerjaan radionya sebagai "Tokyo Rose".

Angkatan Darat Amerika mulai menyelidiki dia sebagai pengkhianat, telah melakukan pengkhianatan karena menyiarkan propaganda Jepang.

Dia dipenjara selama satu tahun, tetapi dibebaskan karena kurangnya bukti.

Kisahnya menjadi berita nasional oleh Walter Winchell dan dia memintanya untuk dikembalikan ke Amerika, sehingga dia bisa diadili.

Pada 1948, Presiden Truman merasa tergerak untuk bertindak, dan dia akhirnya diekstradisi ke Amerika dengan dakwaan pengkhianatan terhadap Amerika. Perjalanannya kembali pulang ke Amerika adalah sebagai tahanan.

Pada 5 Juli 1949, sidang makar Toguri resmi dibuka. Transkripsi sebenarnya dari siarannya tidak pernah dibagikan kepada juri.

Muncul pro-kontra di antara juri, tetapi hasilnya adalah dia dinyatakan bersalah. Pada 29 September 1949, dia divonis 10 tahun penjara.

Kini, para "saksi" itu merasa dipaksa untuk memberikan kesaksian, dipaksa untuk menjadikan "Tokyo Rose" kambing hitam.

Ketika Toguri dibebaskan pada 1956, dia kembali berkumpul dengan keluarganya yang tinggal di Chicago. Dia tinggal selama 20 tahun di Chicago sebagai warga tanpa status kewarganegaraan.

Pada 1976, dua saksi kunci dari persidangannya mengakui bahwa mereka telah diancam dan didorong untuk bersaksi melawan Toguri, seperti dilansir dari History.

Gelombang opini publik juga mulai berdatangan mendukung petisi untuk pengampunannya.

Pada 19 Januari 1977, Presiden Gerald Ford menulis pengampunan eksekutif untuk Iva Toguri, sehingga ia diakui kembali sebagai warga negara.

Dia meninggal pada 26 September 2006, sebagai warga negara Amerika.

https://internasional.kompas.com/read/2021/08/12/042712770/tokyo-rose-wanita-pengirim-propaganda-di-balik-siaran-radio-jepang

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.