Salin Artikel

Tato Wajah, Sumbat Hidung: Tradisi Menolak Cantik Suku Apatani India

Termasuk perempuan Suku Apatani, yang tinggal di Dataran Tinggi Apatani, Arunachal Pradesh, India.

Banyak suku tersebar di "Negara Anak Benua Asia" ini, tapi perempuan Suku Apatani sering disebut yang tercantik dari semuanya. Kecantikannya khas, dan bisa dibilang hampir sempurna.

Meski begitu, tradisi suku ini sempat tak mengizinkannya. Para perempuan Apatani seolah dilarang cantik, menolak tampil sempurna.

Mereka, dengan sengaja mengaburkan kecantikannya dengan tato wajah berwarna hitam, yang menjulur dari ujung dahi hingga dagu.

Yang paling ekstrem, mereka juga memakai penyumbat hidung khusus yang membuat kecantikannya berubah jadi keanehan.

Penyumbat hidung ini disebut Tippei. Berukuran lebih besar dari hidung, tapi pas menyumbat lubangnya.

Terbuat dari gumpalan tinta hitam yang dicampur lemak babi dan butiran arang yang halus, Tippei, dipakai para perempuan setiap harinya.

Sebentuk "kecantikan" yang tidak biasa. Sebuah "kecantikan" yang menolak tunduk pada definisi aslinya.

Awalnya, kecantikan yang luar biasa dari perempuan suku ini diterima sebagai anugerah.

Tapi saking memesonanya, banyak huru-hara karena mereka sering diculik suku tetangga dan dijadikan istri.

Sejak saat itulah, perempuan suku ini memilih menato wajah mereka, sekaligus menutup hidung mereka sejak belia, agar kecantikan itu memudar.

Diculik untuk kemudian dijadikan istri secara terpaksa jelas amat menyakitkan. Karena itulah, mereka mengorbankan kecantikannya, demi tetap bertahan dengan terhormat di suku mereka.

Perempuan Suku Apatani jelas masih bisa bernafas, karena bahan Tippei memungkinkan untuk itu.

Dalam setiap hembus nafas kecil mereka yang tersumbat, ada keyakinan, ada kepercayaan bahwa yang mereka lakukan benar adanya.

Tradisi ini pun bertahan melintasi generasi.

Tapi pada 1970, Pemerintah India resmi melarang tradisi unik ini.

Sekarang, tradisi ini memang hampir punah. Larangan pemerintah, efektif memangkas kepercayaan mereka.

Tapi, beberapa perempuan berusia sepuh masih mempertahankannya, tak peduli para generasi muda perlahan sudah melupakan tradisi ini--memilih tidak menolak kecantikan yang memang sudah diberikan sebagai anugerah.

https://internasional.kompas.com/read/2021/06/11/130412970/tato-wajah-sumbat-hidung-tradisi-menolak-cantik-suku-apatani-india

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.