Salin Artikel

Penularan Virus Corona Mulai dari Darah, Tinja Sampai Aerosol

BEIJING, KOMPAS.com - Sebuah studi yang dilakukan ilmuwan China menemukan bahwa Covid-19 alias virus corona dapat menular lewat darah dan feses seperti halnya tetesan air (dari penderita).

Institut Virologi Wuhan di Hubei memublikasikan pada Senin (17/02/2020) sebuah hasil penelitian tentang "Investigasi molekuler dan serologis terhadap pasien terinfeksi Covid-19: Implication of multiple shedding routes," dalam jurnal internasional "Emerging Microbes and Infections".

Peneliti mengungkapkan dalam penelitian itu, bahwa virus lebih dapat dideteksi dari darah dan feses (tinja) dari pada melalui cairan (saat bersin atau batuk).

Dari hari pertama penelitian, 80 persen positif dari oral swab (pengambilan sampel dari oral) dan pada hari kelima, 50 persen dari mereka masih positif terinfeksi sama seperti 75 persen pasien terinfeksi yang diketahui dari anal swab (sampel dari dubur).

Cairan dari pernapasan (lendir hidung saat bersin atau liur saat batuk) diketahui memang menjadi rute penyebaran Covid-19. Tapi, tidak sepenuhnya menjadikan itu sebagai penularan cepat virus corona. Penyebaran virus corona ternyata lebih mudah menular lewat darah dan feses.

Sementara itu, terdapat kekhawatiran tentang penyebaran virus melalui zat aerosol di Hong Kong. Pada 11 Februari, warga Hong Kong dievakuasi dari apartemen mereka karena kekhawatiran penularan virus corona dari pipa-pipa gedung.

Berdasarkan laporan pemerintah kota Wuhan, di kota itu sudah dilakukan desinfektan untuk mensterilkan pipa drainase dan saluran selokan dari19 Januari 2020 sampai Selasa kemarin.

Terkait penularan melalui aerosol, Otoritas Tertinggi Kesehatan di China telah resmi mengumumkan kemungkinan penyebaran Covid-19 melalui aerosol. 

Komisi Kesehatan Nasional China pada Rabu (19/02/2020) menambahkan adanya paparan pada tingkat konsentrasi tinggi cairan dari tubuh terinfeksi virus corona yang menyembur ke udara dalam ruang tertutup dengan waktu lama sebagai salah satu rute memungkinkan bagi penularan virus corona dengan petunjuk-petunjuk baru untuk mendiagnosa dan merawat pasien.

Mereka mengungkapkan bahwa penularan melalui aerosol masih belum jelas. Bagaimanapun, akhir-akhir ini, beberapa pakar dan pemerintah lokal menyugestikan kemungkinan adanya penularan melalui aerosol.

Pada 8 Februari, pemerintah Shanghai bahkan telah mengumumkan adanya rute penularan virus corona termasuk penularan langsung, dan melalui aerosol. 

Namun berbagai kontroversi masih berlangsung ketika agen kesehatan China membantah teori yang mengatakan bahwa belum ada bukti penularan melalui aerosol.

Penyebaran melalui cairan yang menyembur di udara dianggap lebih berat dan lebih jauh rentang perjalanannya (kurang lebih sejauh dua meter), aerosol lebih ringnan dan mudah menyebar dengan cepat. 

Kumpulan orang terinfeksi dapat terjadi jika virus tersebut tersebar melalui aerosol di ruang tertutup.

Penularan melalui aerosol berdasarkan KBBI daring adalah penularan melalui partikel halus zat padat atau cairan dalam gas atau udara seperti asap (padat dalam gas) dan kabut (cair dalam gas).

https://internasional.kompas.com/read/2020/02/21/16011321/penularan-virus-corona-mulai-dari-darah-tinja-sampai-aerosol

Rekomendasi untuk anda
NASIONAL
Dilema Karbon
Dilema Karbon
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.