Salin Artikel

Presiden China Xi Jinping Kunjungi Pasien Virus Corona

Kunjungannya terjadi sebelum otoritas setempat mengumumkan bahwa virus itu sudsh membunuh lebih dari 1.000 orang, dan menginfeksi 42.000 lainnya.

Semenjak wabah virus corona terjadi pada awal Januari ini, Xi Jinping tidak muncul di hadapan publik selain menerima kunjungan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Pemerintahannya disorot sejak kematian Li Wenliang, dokter asal Wuhan yang berusaha memperingatkan akan merebaknya patogen itu.

Beijing dikritik karena berusaha menyembunyikan fakta dan kondisi yang ada di lapangan berkaitan penyebaran virus 2019-nCov.

"Kami ingin kebebasan bersuara." Demikian tagar yang menjadi viral di media sosial sejak kematian Li, namun segera setelahnya disensor.

Apa yang Xi lakukan?

Dilansir BBC Senin (10/1/2020), Xi mengunjungi Rumah Sakit Ditan. Selain itu, dia juga berbicara dengan pekerja medis di Wuhan melalui teleconference.

Kantor berita pemerintah setempat memberitakan presiden 66 tahun itu mengenakan masker, dengan suhu tubuhnya kemudian diperiksa.

Dia juga terekam tengah berbicara kepada orang-orang yang berada di toko kelontong, dan bercanda mereka seharusnya tak berjabat tangan di momen "khusus" ini.

"Kita harus mempunyai kepercayaan diri bahwa kita bisa mengalahkan wabah yang sedang terjadi ini," kata Xi Jinping kepada staf rumah sakit.

Pemimpin yang berkuasa sejak 2013 itu menekankan wabah tersebut adalah "tantangan besar bagi sistem di China sekaligus pemerintahannya".

Keberadaannya di rumah sakit maupun komunitas publik dianggap merupakan bentuk jawaban pemerintah atas virus yang berasal dari Wuhan tersebut.

Adapun Perdana Menteri Li Keqiang telah ditunjuk sebagai ketua tim satuan tugas penanggulangan wabah, dengan dirinya berkunjung ke Wuhan.

Bagaimana perkembangan terakhir di Negeri "Panda"?

Sejak Senin, masyarakat sudah mulai kembali beraktivitas karena liburan Tahun Baru Imlek, yang sempat diperpanjang sejak virus menyebar, sudah selesai.

Namun, banyak kantor dilaporkan masih tutup dengan sebagian besar pekerjanya diinstruksikan untuk bekerja dari rumah masing-masing.

Selain menjangkiti 42.000 orang dan membunuh lebih dari 1.000, virus corona itu juga menjangkiti setidaknya 25 negara di dunia.

Terdapat dua kematian yang dilaporkan terjadi di luar China daratan, di mana masing-masing berada di Hong Kong serta Filipina.

Di Jepang, sebanyak 135 dari 3.700 orang di kapal pesiar Diamond Princess positif mengidap virus China itu, di mana mereka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

https://internasional.kompas.com/read/2020/02/11/10144941/presiden-china-xi-jinping-kunjungi-pasien-virus-corona

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.