Salin Artikel

Polisi Hong Kong Klaim Temukan Benda Diduga Bom selama Aksi Protes

Otoritas berwenang menyebut ada lebih dari 100 bom molotov yang dilemparkan demonstran selama aksi akhir pekan lalu.

Sementara petugas keamanan menembakan sebanyak 260 tabung gas air mata dan 130 peluru karet.

Sebanyak 27 orang dilaporkan terluka dan telah ditangani pihak medis di rumah sakit, dengan tiga orang di antaranya dalam kondisi cedera serius.

"Polisi mengecam keras semua tindakan melanggar hukum dan sembrono ini. Tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindak kekerasan terhadap komunitas kita sendiri," kata Komandan Regional Distrik Kowloon Barat, Cheuk Hau-yip, dalam konferensi pers.

Polisi menambahkan bahwa mereka menurunkan perangkat robot untuk meledakkan secara sengaja sebuah paket yang diduga berisi bom selama unjuk rasa.

Ditanya mengenai penyelidikan polisi terkait protes, Inspektur Senior Li Kwai-wah dari Biro Kejahatan Terorganisir dan Triad, mengatakan lebih dari 2.000 demonstran telah ditahan.

Dia mencatat bahwa sebagian besar dari demonstran yang ditahan masih sangat muda dan mereka memiliki perlengkapan serta peralatan pelindung sendiri.

Sementara kepala pengawas John Tse mengatakan bahwa taktik polisi telah berevolusi menyesuaikan dengan meningkatnya ancaman selama protes.

"Secara umum, mengingat kekerasa yang terus meningkat dan senjata mematikan yang digunakan oleh para pengunjuk rasa, ada kebutuhan untuk menyesuaikan dengan tingkat kekuatan mereka," ujarnya.

Langkah-langkah lain termasuk membeli seragam taktis baru dan peralatan pelindung untuk petugas dan menggunakan lebih banyak petugas polisi tambahan guna mendukung tugas garis depan, seperti patroli dan menangani panggilan insiden.

Bom Rakitan

Sebelumnya sempat diberitakan bahwa polisi mencurigai para demonstran di Hong Kong telah mulai menggunakan perangkat bom rakitan dalam aksi unjuk rasa.

Dalam aksi unjuk rasa akhir pekan sebelumnya, Minggu (13/10/2019), polisi mengklaim bahwa sebuah bom rakitan yang dikendalikan dari jarak jauh telah digunakan demonstran.

Penggunaan bom rakitan itu disebut dimaksudkan untuk melukai petugas, menurut Wakil Komisaris Polisi Hong Kong Tang Ping-keung.

"Perangkat yang diledakkan itu ditemukan dekat dengan kendaraan polisi di Mong Kok, Kowloon," ujar Tang dalam konferensi pers.

"Untuk pertama kalinya selama kerusuhan sosial ini, kami menyita sebuah bom rakitan."

"Sekitar pukul 20.00 malam kemarin, salah satu kendaraan kami sedang melewati Nathan Road di Mong Kok, ketika beberapa bahan peledak meletus, hanya berjarak dua hingga tiga meter dari mobil," tambahnya.

"Kami meyakini, penggunaan bahan peledak itu dimaksudkan untuk menyerang petugas kami."

"Kami mengecam keras pembuatan bahan peledak, dan itu adalah tindakan yang sangat berbahaya yang dapat menyebabkan banyak korban," ujar wakil komisaris polisi.

https://internasional.kompas.com/read/2019/10/22/11371651/polisi-hong-kong-klaim-temukan-benda-diduga-bom-selama-aksi-protes

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.