Salin Artikel

Setelah Dilantik sebagai Kardinal oleh Paus Fransiskus, Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo Pimpin Misa Syukur

Misa itu digelar oleh KBRI untuk Takhta Suci Vatikan bekerja sama dengan IRRIKA (Ikatan Rohaniwan dan Rohaniwati Katolik di Kota Abadi) pada Selasa (8/10/2019).

Dalam rilis yang diterima Kompas.com, misa syukur itu dihelat di Pontificio Collegio Missionario San Paolo Apostolo, Roma, Italia.

Dihadiri sekitar 200 rohaniwan dan rohaniwati Katolik, Kardinal Ignatius Suharyo menggelar misa syukur didampingi Rektor Pontificio Collegio, Lisandro Alirio Rivas Duran.

Selain itu, misa syukur tersebut juga diikuti Uskup Bandung Mgr Antonius Subianto Bunjamin, dan 18 konselebran terdiri dari para pastor Indonesia di Italia.

Dalam homili (khotbah misa), Kardinal Suharyo mengajak umat yang hadir untuk menyadari arti penting sejarah Indonesia, dan peran para misionaris dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia pada 1945.

"Demikian pula perlu penghargaan yang tinggi atas rasa kebangsaan para pemimpin bangsa ketika menyepakati perubahan Piagam Jakarta menjadi rumusan Pancasila seperti yang dikenal selama ini," tuturnya.

Dalam acara resepsi, Duta Besar Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan Antonius Agus Sriyono menyampaikan sambutan yang pada intinya, putra terbaik bangsa bisa menjadi Kardinal.

Selain itu, Dubes Agus juga berterima kasih atas kerja sama yang baik antara KBRI dan IRRIKA atas terselenggaranya misa syukur itu.

Uskup Agung Jakarta yang menjabat sejak 2010 itu dilantik oleh Paus Fransiskus pada Sabtu sore waktu setempat (5/10/2019).

Uskup Agung Suharyo bakal menjadi kardinal ketiga yang dimiliki Gereja Katolik Indonesia setelah Kardinal Justinus Darmojuwono dan Kardinal Julius Darmaatmadja.

Kardinal Julius Darmojuwono dilantik pada 1967 di sela-sela pengabdiannya sebagai Uskup Agung Semarang periode 1963 sampai 1981.

Julius Darmaatmadja yang merupakan pendahulu Mgr Suharyo sebagai Uskup Agung Jakarta periode 1996 sampai 2010 dilantik pada 1994.

Posisi Kardinal atau Pangeran Geraja merupakan jabatan yang unik. Sebab, mereka mempunyai hak untuk memilih dan dipilih sebagai Paus.

Lebih lanjut selain Mgr Suharyo, Paus Fransiskus juga mengangkat dua rohaniwan Katolik yang berjasa untuk membantu para migran, di antaranya Michael Fitzgerald. Fitzgerald yang merupakan uskup agung dari Inggris merupakan mantan nuncio (duta) Vatikan di Mesir dan Liga Arab serta pakar hubungan relasi Muslim-Kristen.

https://internasional.kompas.com/read/2019/10/10/14344631/setelah-dilantik-sebagai-kardinal-oleh-paus-fransiskus-uskup-agung

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.