Salin Artikel

AS Peringatkan Pelabuhan Yunani untuk Tak Bantu Kapal Tanker Iran

Kapal tanker minyak Grace 1, yang berganti nama menjadi Adrian Darya 1 setelah dibebaskan otoritas Gibraltar, dilaporkan telah meninggalkan pelabuhan Gibraltar pada Minggu (18/8/2019) malam dan kini sedang berlayar menuju Yunani.

Otoritas Gibraltar mencabut perintah penahanan kapal tanker itu pada Kamis (15/8/2019) pekan lalu, setelah mendapat jaminan dari Iran bahwa kapal tersebut tidak akan menuju ke negara mana pun yang akan melanggar sanksi Uni Eropa.

Gibraltar juga menolak permintaan AS yang menginginkan kapal tanker Iran tetap ditahan dengan alasan sanksi AS terhadap Iran tidak berlaku di Uni Eropa.

"Sangat disayangkan karena hal itu (pembebasan kapal tanker Iran) terjadi," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo kepada Fox News.

"Iran akan mendapatkan keuntungan dari kargo minyak yang dibawa kapal tanker itu, pasukan IRGC (Garda Revolusi Iran) akan memiliki lebih banyak uang, kekayaan, dan sumber daya untuk melanjutkan kampanye teror mereka," tambahnya.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan, Washington telah menyampaikan pesan tegas kepada pemerintah Yunani, serta seluruh pelabuhan di Mediterania, tentang menfasilitasi kapal tanker Iran.

Menurut pejabat itu, membantu kapal tanker Iran dapat dianggap memberi dukungan kepada organisasi teroris.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengecilkan kemungkinan konflik militer dengan Washington dalam sebuah wawancara di televisi AS.

"Kami senang cobaan ini telah berakhir dan saya harap ini akan menyebabkan lebih sedikit eskalasi," ujarnya di Finlandia.

Zarif menambahkan, surat perintah AS tidak memiliki dasar hukum dan memiliki motif politis untuk membuat lebih banyak eskalasi.

Namun dalam sebuah wawancara dengan NBC, Zarif mengatakan Iran tidak akan mengambil tindakan militer untuk mengakhiri kebuntuan dengan musuh lamanya itu.

"Tidak, kami tidak akan melakukannya. Kami juga belum pernah melakukan hal itu dalam 250 tahun terakhir. Kami telah membela diri dan kami mengajarkan hal yang baik kepada mereka yang memusuhi kami," kata Zarif.

Menurut data pelacakan kapal yang dirilis Refinitiv, pada Senin (19/8/2019), kapal tanker Iran tersebut sedang menuju ke kota pelabuhan Kalamata di Yunani dan diperkirakan akan tiba pada hari Minggu (25/8/2019) mendatang.

Otoritas Yunani belum memberi tanggapan terkait kabar tujuan kapal tanker Iran tersebut.

Kapal tanker Grace 1 sempat ditahan oleh Marinir Kerajaan Inggris dengan dibantu otoritas Gibraltar pada 4 Juli lalu, setelah diduga hendak mengirim minyak ke Suriah, yang berarti melanggar sanksi Uni Eropa.

Penahanan kapal tanker itu telah memicu terjadinya perselisihan antara Teheran dengan London, dan berakibat ditahannya sebuah kapal tanker berbendera Inggris, Stena Impero.

https://internasional.kompas.com/read/2019/08/20/22242131/as-peringatkan-pelabuhan-yunani-untuk-tak-bantu-kapal-tanker-iran

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.