Salin Artikel

Pemimpin Hong Kong Peringatkan Bahaya yang Timbul jika Demo Terus Terjadi

Dalam konferensi pers, Lam menyatakan kekerasan tidak peduli seperti apa bentuknya, bakal menjerumuskan masyarakat ke situasi yang berbahaya dan mengerikan.

"Situasi Hong Kong dalam sepekan terakhir telah membuat khawatir bahwa saat ini, kami sudah mencapai level yang dimaksud," ucap Lam dilansir AFP Selasa (13/8/2019).

Lam harus menghadapi hujan pertanyaan dari awak media setelah mendukung kebijakan penanganan polisi saat terlibat bentrok dalam demo akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan penegak hukum harus menghadapi situasi sulit dan terikat dengan pedoman yang ketat terkait penggunaan kekuatan menghadapi pendemo.

Dia sengaja melewati pertanyaan soal apakah dia punya kekuasaan untuk mengatasi krisis dengan mengabulkan salah satu tuntutan pengunjuk rasa: penarikan penuh UU Esktradisi.

Ya, berawal dari penolakan atas aturan yang kontroversial itu pada Juni lalu, Hong Kong saat ini menghadapi krisis terparah di era modern yang belum diketahui kapan akan berakhir.

Pemimpin berusia 62 tahun itu langsung merespons pertanyaan apakah dia terikat dengan China dengan menuturkan bahwa dia sudah menjawabnya sebelumnya.

"Sekali lagi saya meminta kepada semua orang untuk mengesampingkan perbedaan dan tenang. Saya meminta waktu untuk berpikir jernih. Apakah kalian hendak membawa Hong Kong ke jurang?" tanyanya.

https://internasional.kompas.com/read/2019/08/13/13393751/pemimpin-hong-kong-peringatkan-bahaya-yang-timbul-jika-demo-terus

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.