Salin Artikel

Ada Rencana Unjuk Rasa 3 Hari di Bandara Hong Kong, AS Tingkatkan "Travel Advisory"

Peringatan tersebut menjadi saran perjalanan (travel advisory) terbaru yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri AS pada Kamis (8/8/2019), menyusul adanya kabar tentang rencana aksi unjuk rasa selama tiga hari di bandara Hong Kong.

Situasi di kota Hong Kong terus memanas setelah sejumlah aksi unjuk rasa pro-demokrasi dalam beberapa hari terakhir, berujung bentrok dengan aparat keamanan.

Hong Kong telah jatuh ke dalam krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya selama dua bulan terakhir, yang dipicu gerakan menentang perubahan dalam Undang-Undang Ekstradisi, yang memungkinkan para pelanggar di Hong Kong untuk diekstradisi ke China daratan.

Namun aksi demonstrasi telah berkembang dari gerakan menentang UU Ekstradisi, yang kini ditangguhkan, menjadi gerakan menuntut reformasi demokrasi secara luas di Hong Kong.

Dan Kamis ini, Departemen Luar Negeri AS telah meningkatkan level saran perjalanan bagi warganya yang ke Hong Kong, dari sebelumnya berupa saran untuk "melakukan tindakan pencegahan wajar" kini menjadi saran untuk "meningkatkan kewaspadaan".

Peringatan tersebut dengan disertai catatan bahwa, meski sebagian besar aksi unjuk rasa berjalan damai, "beberapa telah berubah semakin konfrontatif dan mengakibatkan bentrokan kekerasan".

"Demonstrasi-demonstrasi ini, yang dapat dilangsungkan dengan sedikit atau tanpa pemberitahuan, kemungkinan akan terus berlanjut," tulis saran perjalanan itu.

Peringatan AS datang setelah negara-negara lain, termasuk Australia, Inggris, Irlandia, Singapura, dan Jepang, telah lebih dulu menerbitkan peringatan perjalanan yang lebih tinggi untuk wilayah Hong Kong.

Gambar-gambar yang menunjukkan massa pengunjuk rasa yang mengenakan masker dan polisi anti-huru hara yang melepaskan tembakan gas air mata di jalanan Hong Kong, telah menjadi pemberitaan utama di media-media dunia.

Pada Selasa (6/8/2019), otoritas China kembali memberi peringatan keras terhadap masa demonstran Hong Kong yang pro-demokrasi.

Sebelumnya pada 26 Juli, massa pengunjuk rasa juga menggelar aksi di lingkungan bandara, dengan ribuan orang memadati aula kedatangan internasional di Bandara Internasional Hong Kong.

Aksi tersebut bertujuan untuk menyampaikan pesan kepada para wisatawan asing yang datang tentang situasi yang sebenarnya terjadi di kota itu. Aksi protes di bandara itu berjalan damai dan tidak sampai mengganggu penerbangan.

Pihak maskapai penerbangan Cathay Pacific tidak segera memberi tanggapan terkait rencana aksi unjuk rasa di bandara selama tiga hari ke depan tersebut, namun diakui bahwa telah terjadi penurunan jumlah pemesanan tiket penerbangan ke Hong Kong seiring dengan krisis yang terus berlanjut.

"Aksi protes di Hong Kong telah mengurangi lalu lintas penumpang masuk pada bulan Juli dan berdampak buruk pada pemesanan ke depan," kata kepala maskapai, John Slosar, Rabu (7/8/2019).

Sebelumnya, pada Selasa (6/8/2019), pemerintah China mengeluarkan peringatan keras terhadap para pengunjuk rasa di Hong Kong.

Beijing memperingatkan kepada para pengunjuk rasa Hong Kong untuk tidak "bermain api" dan mengira pemerintah pusat bersikap lemah.

Pemerintah China bahkan berjanji akan membawa para aktor intelektual di belakang aksi demonstrasi ke hadapan pengadilan.

https://internasional.kompas.com/read/2019/08/08/14493631/ada-rencana-unjuk-rasa-3-hari-di-bandara-hong-kong-as-tingkatkan-travel

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.