Salin Artikel

Rencanakan Penembakan Massal, Remaja Texas Ditahan Usai Dilaporkan Neneknya

William Patrick Williams, yang baru berusia 19 tahun, ditahan otoritas kepolisian Lubbock, setelah dia menceritakan kepada neneknya bahwa dirinya telah membeli sebuah senapan AK-47.

Remaja itu diduga memberi tahu neneknya, pada 13 Juli, bahwa dirinya berencana menggunakan senjata api itu untuk melakukan serangan di sebuah hotel setempat dan memaksa pihak keamanan untuk membunuhnya.

Khawatir bahwa remaja itu memiliki rencana untuk membunuh kemudian bunuh diri, sang nenek yang cemas mencoba membujuknya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Tetapi Williams hanya sempat dirawat dalam waktu singkat sebelum ditangkap polisi pada Kamis (3/8/2019) karena salah menuliskan alamatnya pada formulir pembelian senapan AK-47, menurut jaksa penuntut.

Petugas juga menggeledah kamar hotel yang disewa Williams dan menemukan senapan AK-47, kemudian 17 magasin penuh amunisi, beberapa pisau, mantel hitam panjang, kaos hitam bertuliskan "Let 'Em Come" dan sarung tangan hitam.

"Ini adalah tragedi yang dapat dihindari," kata Jaksa AS Nealy Cox, dikutip New York Post, Senin (5/8/2019).

"Saya ingin memuji nenek terdakwa yang menyelamatkan banyak nyawa dengan menggagalkan rencana penembakan massal itu."

"Juga kepada petugas kepolisian Lubbock dan agen federal yang telah melakukan investigasi terhadap kepemilikan senjata api terdakwa yang melanggar hukum," tambahnya.

"Jika Anda mencurigai seorang teman atau orang yang Anda cintai merencanakan kekerasan terhadap diri sendiri dan orang lain, jangan ragu untuk segera mencari bantuan dan menghubungi penegak hukum," imbuh jaksa.

Penangkapan Williams terjadi dua hari sebelum insiden penembakan massal yang terjadi di Walmart El Paso, Texas, sekitar 563 kilometer barat daya Lubbock.

Pelaku penembakan, Patrick Crusius, menyerah kepada polisi setelah menewaskan 20 orang dan melukai 26 pengunjung mal lainnya.

Dua korban luka dilaporkan meninggal di rumah sakit, menambah jumlah korban tewas dalam insiden penembakan tersebut menjadi 22 orang.

Pembantaian di Texas itu terjadi kurang dari 24 jam dengan penembakan massal di sebuah bar di Dayton, Ohio, di mana sembilan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Pelaku penembakan di Ohio, yang diidentifikasi bernama Connor Betts (24), tewas ditembak petugas polisi yang merespon laporan insiden.

https://internasional.kompas.com/read/2019/08/06/17341031/rencanakan-penembakan-massal-remaja-texas-ditahan-usai-dilaporkan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.