Salin Artikel

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Saat berkunjung ke Gedung Putih, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan ditanya sejauh apa bantuan AS bisa berguna dalam mengatasi konflik berusia 70 tahun itu.

"Hanya negara terkuat di dunia yang dipimpin oleh Presiden Trump saat yang bisa menyatukan dua negara," ujar Khan dalam transkrip Gedung Putih dikutip BBC Senin (22/7/2019).

Trump kemudian menjawab, dia bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi dua pekan lalu di mana mereka berdua juga memperbincangkan isu itu.

Dia kemudian mengklaim Modi bertanya apakah dia bersedia menjadi penengah. "Saya bertanya di mana? Dia menjawab Kashmir karena sudah terjadi selama bertahun-tahun," paparnya.

Presiden 73 tahun itu berujar jika dia bisa membantu, dia bersedia melakukannya. Sebab, baik India maupun Kashmir sama-sama mengklaim dataran Kashmir.

Pakistan menyambut mediasi yang dilakukan oleh pihak ketiga. Namun New Delhi menegaskan segala isu yang berkaitan dengan Kashmir harus dibicarakan secara bilateral.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Raveesh Kumar melalui kicauan di Twitter berkata dia sudah melihat klaim itu. "Hingga saat ini, belum ada permintaan yang dibuat," jelasnya.

Dia menegaskan bahwa sudah menjadi ketetapan India bahwa segala isu dengan Pakistan harus diselesaikan di antara dua negara saja.

"Setiap keterlibatan yang kami lakukan dengan Pakistan akan membutuhkan diakhirinya terorisme lintas batas," katanya.

Politisi India Shashi Tharoor mengkritik pernyataan Trump. Dia mengatakan presiden ke-45 AS itu sama sekali tak punya gagasan tentang apa yang dia bicarakan.

"Mungkin dia sama sekali tidak mendapat pengarahan, atau malah dia mungkin tak mengerti apa yang Modi katakan," tutur Tharoor melalui kicauan Twitter.

Relasi dua negara sempat memanas Februari lalu setelah jet tempur India melintasi Kashmir wilayah Pakistan, dan mengklaim menyerang kamp militan ekstremis di sana.

Serangan udara itu terjadi setelah bus yang mengangkut pasukan paramiliter India diledakkan oleh pelaku bom bunuh diri di Kashmir, dan menewaskan 44 orang.

Sejak 1989, Kashmir sudah diguncang oleh serangkaian episode konflik antara Pakistan dan India yang dilaporkan menewaskan lebih dari 70.000 orang.

https://internasional.kompas.com/read/2019/07/23/16334771/trump-mengaku-diminta-jadi-penengah-konflik-dengan-pakistan-india

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.