Salin Artikel

Menunggu Terlalu Lama, Presiden Brasil Batalkan Pertemuan dengan Xi Jinping

Pertemuan bilateral yang digelar di sela-sela KTT multilateral tak jarang mengalami keterlambatan dari jadwal yang ditetapkan karena sering digelar berurutan dengan pertemuan bilateral lainnya.

Namun, sangat jarang seorang pemimpin negara sampai membatalkan sepenuhnya pertemuan yang telah diagendakan.

Pertemuan antara Bolsonaro dan Xi Jinping di sela-sela KTT G-20 di Osaka, Jepang, sedianya dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.30 waktu setempat.

Namun, pada pukul 14.55, seorang petugas pers menyampaikan kepada wartawan jika pertemuan tersebut dibatalkan.

Juru bicara kepresidenan Brasil, Otavio Rego Barros, mengatakan, pertemuan terpaksa dibatalkan lantaran delegasi harus mengepak barang bawaan dan memastikan tepat waktu untuk penerbangan menggunakan pesawat kepresidenan.

"Presiden memutuskan untuk membatalkan pertemuan bilateral ini. Pertemuan sudah terlalu lama tertunda. Kami menunggu di ruang pertemuan bilateral," ujar juru bicara, dikutip SCMP.

China merupakan mitra dagang utama Brasil, yang banyak mengimpor komoditas dan menjadi penyumbang perekonomian terbesar negara Amerika Latin itu.

Namun, tindakan Bolsonaro yang membatalkan pertemuan secara sepihak diyakini akan membawa risiko besar terhadap hubungan China dengan Brasil.

"Bolsonaro mungkin bangga dengan hubungan yang dimiliknya dengan Presiden AS Donald Trump sehingga membuatnya berani menganggap dirinya sebagai negosiator yang keras," kata Mauricio Santoro, profesor ilmu politik di Universitas Rio de Janeiro.

"Ada risiko besar keputusannya akan menjadi bumerang," ujar Santoro, yang mengajar tentang hubungan dengan China.

"Ekspor Brasil ke China terkonsentrasi pada sekelompok kecil produk, seperti kedelai, minyak, dan bijih besi. Dan tidak sulit bagi China untuk menciptakan masalah serius bagi Brasil demi memberi tekanan politik pada Bolsonaro," katanya.

China berinvestasi besar-besaran di Brasil, yang sangat ingin perusahaan internasional untuk berpartisipasi dalam program privatisasi dan mengerahkan modal untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Sementara Bolsonaro selama kampanyenya mengungkapkan bakal mengurangi ketergantungan ekonomi Brasil pada China.

"Orang China bisa membeli di Brasil, tetapi mereka tidak bisa membeli Brasil," ujar presiden pada April lalu.

https://internasional.kompas.com/read/2019/06/30/22142481/menunggu-terlalu-lama-presiden-brasil-batalkan-pertemuan-dengan-xi

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.