Salin Artikel

Tim Pembunuh Khashoggi Sempat Berdiskusi Cara Membawa Jenazahnya

Dalam transkrip rekaman yang dipaparkan oleh pakar PBB Agnes Callamard, Mutreb bertanya kepada Tubaigy bagaimana caranya membawa jenazah Khashoggi.

"Sendinya bisa dipisahkan. Itu bukan masalah besar," kata Tubaigy dikutip Al Jazeera Kamis (20/6/2019). Tubaigy menjelaskan, tubuh Khashoggi berat.

"Pertama, saya akan memotongnya. Jika kita membawa kantong plastik dan memotongnya jadi beberapa bagian, kita membungkus dan membawanya," ujar Tubaigy dalam laporan itu.

Dalam laporan itu, pukul 13.15, Khashoggi pun sampai di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018. Dia kemudian dibawa ke ruang Konsul Jenderal di lantai dua.

Di sanalah, terjadi percakapan di mana Khashoggi sempat ditanyakan apakah dia berniat kembali ke Saudi, yang kemudian dijawab dia bakal melakukannya di masa depan.

Dia kemudian diberi tahu dia bakal kembali pulang. "Kami datang untuk membawa Anda," ujar sebuah suara. Mutreb kemudian Khashoggi untuk mengirim pesan kepada anaknya.

"Anak yang mana? Apa juga yang harus saya bilang kepada anak saya? Sampai bertemu kembali? Saya tentu tak bisa berkata saya diculik, bukan?" jawab Khashoggi.

Jurnalis Washington Post itu kemudian diminta melepas jaketnya. "Bagaimana mungkin ini terjadi di kedutaan? Saya tidak akan menulis apapun," ujarnya.

Kemudian salah seorang dalam tim pembunuh itu mendesak Khashoggi supaya mengirim pesan kepada putranya. Jika tidak, Khashoggi bakal tahu bagaimana nasibnya.

Lalu pada pukul 13.33, jurnalis 59 tahun itu menyadari adanya handuk. "Apakah kalian akan memberi obat?" tanyanya. "Kami akan membius engkau," jawab tim itu.

Kemudian selama tujuh menit, terdapat suara pergumulan yang ditafsirkan oleh para pakar intelijen sebagai Khashoggi mengalami sesak napas menggunakan tas.

Berdasarkan penilaian pada rekaman itu, intelijen memprediksi Khashoggi disuntik menggunakan obat penenang. Kemudian dia dicekik menggunakan kantong plastik.

Di sisa rekaman kemudian terdengar gerakan intens dan terengah-engah. Sekitar 24 menit sejak Khashoggi datang, muncul suara seperti gergaji, dan lembaran plastik.

Dalam rekaman tersebut, tidak terdengar teriakan Khashoggi maupun keterkejutan dari tim yang dikirim. Tidak juga ada suara atau kalimat yang menyarankan untuk menyadarkannya.

Meski begitu, laporan Callamard merekomendasikan menggunakan akal sehat dalam mengevaluasi bukti. Disebutkan jika terdapat diskusi tentang pembunuhan dan mutilasi, maka besar kemungkinan terjadi.

Dalam laporan yang dipaparkan Callamard Rabu (19/6/2019), dia menyebut Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi.

Riyadh awalnya tidak mengetahui mengenai pembunuhan yang menimpa jurnalis 50 tahun itu kemudian menyalahkan adanya operasi liar di mana jenazah Khashoggi dikabarkan dimutilasi.

Sejauh ini, jaksa penuntut Saudi menepis keterlibatan MBS dengan menangkap puluhan orang, dan menuntut hukuman mati bagi lima orang yang dianggap pelakunya.

https://internasional.kompas.com/read/2019/06/20/14503691/tim-pembunuh-khashoggi-sempat-berdiskusi-cara-membawa-jenazahnya

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.