Salin Artikel

Erdogan Ingin Bujuk Trump untuk Tidak Mengeluarkan Turki dari Program F-35

Erdogan berencana untuk bertemu dengan Trump akhir bulan ini, pada kesempatan KTT G20 di Jepang pada 28-29 Juni mendatang.

"Saya ingin membahas masalah ini melalui telepon dan membalikkan situasi saat ini kembali ketika kami memulainya," kata Erogan dalam pidatonya yang disiarkan televisi.

Washington memberi kesempatan kepada Turki hingga akhir Juli untuk membatalkan pembelian sistem pertahanan rudal dari Rusia, yang dianggap tidak sesuai dengan partisipasi Ankara dalam proyek pengembangan jet tempur siluman F-35 milik AS.

Pentagon mengumumkan, pada Jumat (7/6/2019), bahwa jika hingga akhir Juli Turki tidak menghentikan proses pembelian S-400 dari Rusia, maka Ankara akan diblokir dari pembelian F-35 dan pilotnya yang saat ini sedang berlatih di AS akan dikeluarkan.

Erdogan pun berjanji akan mencari jawaban atas ancaman pengecualian Turki dari proyek F-35 dan menyebutnya didasarkan pada alasan yang tidak rasional dan tidak sah.

Turki tidak hanya menjadi pelanggan dari AS dalam pembelian jet tempur F-35, namun juga mitra program pengembangan pesawat tempur siluman mutakhir itu.

Turki telah berencana untuk membeli sebanyak 100 unit jet tempur F-35 dan industri pertahanannya telah memberi investasi yang signifikan dalam produkti pesawat tempur itu.

"Kami sejauh ini telah membayar sebesar 1,25 miliar dollar AS (sekitar Rp 17,8 triliun)," ujar Erdogan, dikutip AFP.

Namun Erdogan menambahkan, tidak dapat mundur dari rencana mendapatkan sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia karena telah menyelesaikan proses pembelian.

"Saya tidak mengatakan jika Turki akan membeli sistem pertahanan S-400, saya katakan bahwa Turki telah membelinya," ujar Erdogan.

"Kami telah menyelesaikan urusan bisnis. Sistem itu akan dikirimkan ke negara kami bulan depan," tambahnya.

Erdogan mengatakan, negaranya memutuskan membeli sistem pertahanan dari Rusia karena tawaran yang lebih baik, termasuk harga yang wajar dan janji untuk produksi bersama.

"Ini bukan sistem serangan, melainkan sistem pertahanan. Tidakkan kita akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan negara kita?" ujarnya.

"Apakah kami meminta sistem pertahanan seperti itu kepada Amerika? Ya, kami melakukannya. Apakah mereka (AS) memberikannya? Tidak," lanjut Erdogan.

Sementara, Penjabat Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan mengatakan bahwa AS telah memberikan penawaran yang sangat kompetitif untuk pembelian sistem pertahanan Patriot kepada Turki.

Shanahan juga mengatakan telah mengirimkan surat kepada Menhan Turki, Hulusi Akan, tentang keputusan Washington yang akan mengeluarkan Ankara dari program F-35, kecuali bersedia membatalkan pembelian S-400.

https://internasional.kompas.com/read/2019/06/13/10503261/erdogan-ingin-bujuk-trump-untuk-tidak-mengeluarkan-turki-dari-program-f

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.