Salin Artikel

Trump ke Jepang, Gedung Putih Disebut Perintahkan Kapal Perang AS Ini "Menghilang"

Trump baru saja kembali dari kunjungan kenegaraannya selama tiga hari ke Jepang untuk bertemu Kaisar Naruhito dan Perdana Menteri Shinzo Abe.

Selama kunjungan ke Jepang, Trump juga singgah ke pangkalan angkatan laut AS di Yokosuka, Jepang tengah.

Sebelum mengunjungi pangkalan angkatan laut tersebut, Gedung Putih dikabarkan telah menginstruksikan agar kapal perang AS USS John McCain untuk "tidak muncul" di hadapan presiden.

"USS John McCain harus tidak terlihat" perintah seorang pejabat Angkatan Laut AS dalam instruksi yang disampaikan melalui email, dikutip Wall Street Journal, Rabu (29/5/2019).

Kapal perusak kelas Arleigh Burke yang diberi nama sesuai almarhum senator AS itu menjadi bagian dari Skuadron Perusak 15 dalam Armada Ketujuh itu ditempatkan di Pangkalan Angkatan Laut Yokosuka.

Namun kapal perang itu sedang dalam perbaikan setelah tabrakan pada tahun 2017 sehingga tidak dapat dipindahkan, sebelum Trump menyampaikan pidato dari atas kapal lainnya, Selasa (28/5/2019) lalu.

Sebagai alternatif, sebuah terpal diletakkan untuk menutupi nama kapal, yang juga merujuk pada ayah dan kakek McCain. Sementara para awak kapak telah diliburkan.

Sebuah kapal tongkang juga diparkir tepat di samping kapal perang itu untuk menutupi tulisan nama kapal.

Pihak Angkatan Laut telah membantah kabar tersebut, mengatakan tidak ada instruksi dari Gedung Putih sehubungan dengan kunjungan presiden, seperti yang beredar.

Penjabat Menteri Pertahanan Patrick Shanahan juga mengatakan bahwa dia tidak mengetahui instruksi seperti yang dikabarkan.

Juru bicaranya, Joe Buccion menyampaikan, Rabu (29/5/2019) malam, jika penjabat menteri juga tidak mengetahui kekhawatiran yang memicu munculnya instruksi itu.

Kabar instruksi khusus Gedung Putih itu pun sampai ke telinga Trump, yang kemudian membahasnya di Twitter.

"Saya tidak diberi tahu apa pun sehubungan dengan kapal Angkatan Laut USS John S McCain selama kunjungan saya ke Jepang."

"Walau demikian, ibu negara dan saya bangga dengan para pria dan wanita militer kami yang hebat. Mereka melakukan pekerjaan yang sangat spektakuler," tulis Trump di Twitter.

Trump dengan mendiang senator McCain memang kerap diberitakan tidak memiliki hubungan baik.

Trump, yang tidak pernah bertugas di militer, sempat menyindir status pahlawan perang yang disematkan kepada McCain.

Sementara McCain, seorang politisi AS yang disegani dan sempat maju dalam pemilihan presiden sebanyak dua kali, menarik dukungannya untuk Trump pada pilpres 2016 dan memblokir upaya layanan kesehatan Trump di Kongres pada 2017.

McCain bahkan sempat berpesan jika dia tidak ingin Trump hadir dalam pemakamannya.

Setelah McCain meninggal, Trump bahkan terus menunjukkan ketidaksukaannya pada rivalnya itu.

"Saya tidak pernah menjadi penggemar McCain dan tidak akan pernah," kata Trump pada Maret lalu.

https://internasional.kompas.com/read/2019/05/30/14330531/trump-ke-jepang-gedung-putih-disebut-perintahkan-kapal-perang-as-ini

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.