Salin Artikel

Kritik Trump di Facebook dan Persidangan, Hakim Diskors 6 Bulan

Diwartakan CNN, Minggu (26/5/2019), Pengadilan Tinggi Utah menyebutkan unggahan Facebook Hakim Michael Kwan penuh dengan kritik tumpul dan tidak sopan terhadap Trump.

Namun, komentar Kwan di Facebook dibuat pada beberapa tahun lalu saat kampanye pilpres AS 2016 dan setelah Trump menjadi presiden.

Pernyataan Kwan itu termasuk menyinggung soal acara TV "Access Hollywood" yang memperlihatkan Trump mengucapkan komentar kasar tentang perempuan.

Dia juga menyebutkan, masa pemerintahannya sebagai satu contoh pengambialihan fasis.

Pengadilan Tinggi Utah menyimpulkan penyataaan Kwan telah melanggar Kode Etik Yudisial negara bagian dan berpotensi merusak integritas, serta imparsialitas pengadilan.

"Perilaku Hakim Kwan merendahkan reputasinya sebagai ahli hukum yang tidak memihak, independen, bermartabat, dan sopan," demikian bunyi putusan yang ditulis Hakim Agung Utah John A Pearce.

"Dan [pernyataan] itu mengurangi reputasi seluruh peradilan kita," imbuhnya.

Mengutip dari AFP, dalam salah satu unggahan pada 20 Januari 2017 ketika Trump dilantik sebagai presiden AS, Kwan menulis sesuatu.

"Selamat datang dalam pemerintahan. Akahkan Anda tidak akan bertindak dan menghabiskan empat tahun ke depan merusak reputasi dan kedudukan negara kita di dunia?" tulisnya di Facebook.

"Apakah Anda akan terus menunjukkan ketidakmampuan untuk memerintah dan berpolitik," lanjutnya.

Satu bulan kemudian, dia membuat komentar lain yang lebih tajam.

"Selamat datang di awal pengambilalihan fasis," tulisnya.

Pada kesempatan lain saat memimpin sidang, Kwan melakukan pembicaraan dengan seorang terdakwa, yang mengkritik kebijakan imigrasi dan pajak Trump.

Terdakwa mengatakan kepada Kwan, dia berencana untuk membayar semua denda pengadilan ketika mendapat pelaporan pajaknya.

"Anda benar-benar sadar kita memiliki presiden baru, dan Anda pikir kita bisa mendapatkan uang kembali?" Kwan memberi tahu terdakwa

"Doa mungkin jawabannya," imbuhnya.

Kwan pernah menjabat sebagai hakim di kota Taylorsville selama dua dekade terakhir.

Dia memiliki sejumlah pelanggaran terkait dengan komentar bermuatan politik dan temperamennya. Dia juga mengakui perilakunya tidak pantas menjadi hakim.

Tetapi dia menggambarkan pernyataan politiknya di pengadilan sebagai upaya untuk humor dan berpendapat.

https://internasional.kompas.com/read/2019/05/27/15315601/kritik-trump-di-facebook-dan-persidangan-hakim-diskors-6-bulan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.