Salin Artikel

Permalukan Penerima Paket Mainan Seks, Empat Kurir di Thailand Dipecat

Diwartakan Straits Times, perusahaan kini mengajukan permintaan maaf kepada konsumen.

Manajemen Kerry Express Thailand menyatakan, perusahaan memiliki kebijakan untuk melindungi privasi para pelanggan.

Pemecatan terhadap empat kurir itu dilakukan setelah halaman komunitas yang populer di Facebook, La atau @laanews, mengunggah foto mereka dan mengutuk perbuatan karyawan Kerry.

Dalam unggahan itu, halaman Facebook La menyatakan empat kurir tersebut mempermalukan pelanggan yang membeli mainan seks dengan menyebut namanya.

Mereka juga mengaku harus memperbaiki parsel berisi mainan seks karena rusak.

Salah satu dari empat kurir itu menuliskan, pembeli kemungkinan sangat membutuhkan mainan seks sehingga mereka terburu-buru untuk memperbaiki dan mengirimkan paket tersebut.

Sementara, yang lain mengatakan pernyataan tidak pantas kepada pelanggan.

"Kerry telah muncul dan meminta maaf, serta siap untuk memecat empat karyawannya," demikian pernyataan halaman Facebook La.

"Dalam pernyataan itu mereka termasuk menyalahkan kepala cabang," lanjutnya.

Setelah halaman La mengecam perbuat empat karyawan Kerry, banyak pengguna Facebook lainnya mengunggah teguran kepada empat pria tersebut.

Beberapa menyatakan, kehidupan seks pelanggan adalah urusan pribadi dan tidak seharusnya diolok-olok.

https://internasional.kompas.com/read/2019/04/30/14195641/permalukan-penerima-paket-mainan-seks-empat-kurir-di-thailand-dipecat

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.