Salin Artikel

PM Sri Lanka: Negara Akan Segera Kembali Normal

Pernyataan itu disampaikan perdana menteri pada Minggu (28/4/2019), sepekan pascaterjadinya serangkaian serangan bom yang menewaskan hingga 253 orang dan melukai ratusan lainnya.

Pada Jumat (26/4/2019) malam, tim gabungan polisi dan tentara Sri Lanka telah melancarkan operasi penyerbuan ke markas persembunyian terduga teroris di Kota Kalmunai.

Setidaknya 15 orang tewas, termasuk enam anak-anak dan tiga perempuan, dalam operasi penyerbuan yang diwarnai ledakan bom bunuh diri oleh tiga tersangka.

Menurut perdana menteri, serangkaian teror bom yang menargetkan jemaah di tiga gereja dan tamu di tiga hotel pada Minggu Paskah dilakukan oleh kelompok kecil yang terorganisir dengan baik.

Namun perdana menteri mengatakan, sebagian besar dari anggota kelompok yang terlibat dalam serangkaian ledakan bom itu telah ditangkap atau tewas.

"Sekarang kita bisa kembali pada kehidupan normal. Kita semua kini harus saling membantu untuk memulihkan kehidupan normal di masyarakat," ujarnya.

Lebih dari 100 orang dilaporkan telah ditahan berkaitan dengan serangan bom pekan lalu. Sementara pihak berwenang menyebut ada sekitar 140 orang yang menjadi pengikut kelompok ekstremis pendukung ISIS di negara itu.

Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe menambahkan, pemerintah Sri Lanka akan menerapkan undang-undang yang lebih keras dan tegas untuk menghadapi ancaman ekstremis Islam, salah satunya dengan mengeluarkan warga asing yang menjadi guru agama tanpa izin.

"Terorisme jihad harus segera diakhiri. Untuk itu kami akan memberlakukan undang-undang baru yang lebih ketat dan keras," kata perdana menteri.

"Ada sejumlah warga asing yang bekerja sebagai guru agama di negara kita tanpa visa kerja. Setelah berkonsultasi dengan kementerian urusan agama Islam dan kementerian dalam negeri, kami akan mengusir mereka dari negara ini," tambahnya.

Namun perdana menteri tidak memberikan jumlah maupun kewarganegaraan para guru agama tak berizin itu.

Perdana menteri juga menyampaikan terima kasih kepada komunitas Muslim minoritas yang telah memberi informasi kepada pihak berwenang terkait kelompok-kelompok radikal.

Pemerintah Sri Lanka, pada Sabtu (27/4/2019) telah resmi melarang kelompok National Thawheeth Jamaath (NTJ), menggunakan undang-undang darurat, setelah menyebutnya sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam serangan bom Minggu Paskah.

https://internasional.kompas.com/read/2019/04/29/05300021/pm-sri-lanka--negara-akan-segera-kembali-normal

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.