Salin Artikel

Penembakan di Masjid Selandia Baru: Tragedi Pembunuhan Massal Terburuk sejak 1943

Tidak hanya karena menimbulkan banyak korban jiwa, namun juga lantaran terjadi di Selandia Baru yang hampir tidak pernah menjadi sasaran aksi terorisme.

Menewaskan hingga 49 orang dan melukai sedikitnya 20 orang lainnya, penembakan di masjid Al Noor di Christchurch, saat akan dilangsungkannya shalat Jumat itu tercatat sebagai insiden pembunuhan massal terburuk di Selandia Baru sejak 1943.

Tak pelak jika Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyebutnya sebagai salah satu hari terkelam dalam sejarah negara itu.

"Apa yang terjadi di sini adalah tindakan kekerasan luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya. Ini jelas menjadi salah satu hari terkelam di Selandia Baru," tuturnya.

Dilansir dari New Zealand Herald, insiden penembakan massal di masjid di Christchurch merupakan aksi terorisme terburuk di Selandia Baru dan bahkan di Australia.

Pada 2014, aksi terorisme terjadi di Sydney dalam kasus penyanderaan yang menewaskan dua orang ditambah pelaku teroris.

Sementara pada November lalu di Melbourne, pelaku penikaman menewaskan tiga orang dan dikaitkan dengan aksi teror.

Di Selandia Baru, tragedi pembunuhan massal dengan korban lebih dari 40 orang terakhir kali terjadi dalam kerusuhan di penjara Featherston selama Perang Dunia II, pada tahun 1943.

Saat itu penjaga kamp penahanan tahanan perang Jepang menembak dan membunuh 48 tahanan. Seorang tentara Selandia Baru juga tewas.

Aksi pembunuhan massal dengan korban 13 orang terjadi pada 1990, yang disebut Pembantaian Aramoana.

Pelaku adalah seorang pria asal kota kecil di tepi laut, Aramoana, dekat Dunedin. Pria bernama David Gray disebut membunuh 13 orang setelah berselisih dengan tetangganya.

Pelaku tewas setelah menderita luka tembak oleh petugas dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Pada 1992, seorang petani di Paerata, selatan Auckland, bernama Brian Schlaepfer, menewaskan enam anggota keluarganya sendiri sebelum kemudian bunuh diri.

Di tahun yang sama, pria asal Masterton, bernama Raymond Ratima, memukul dan menikam tujuhu anggota keluarganya hingga tewas pada bulan Juni, hanya berselang sebulan setelah tragedi Schlaepfer.

https://internasional.kompas.com/read/2019/03/15/19033961/penembakan-di-masjid-selandia-baru-tragedi-pembunuhan-massal-terburuk

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.