Salin Artikel

Bakal Diekstradisi ke AS, Petinggi Huawei Tuntut Kanada

Langkah itu diambil setelah Kanada memulai proses ekstradisi Chief Financial Officer itu ke Amerika Serikat, dan membuat geram China.

Meng ditangkap di Vancouver atas permintaan AS pada 1 Desember ketika tengah menempuh penerbangan lanjutan, dllaporkan AFP Minggu (3/3/2019).

Diwartakan BBC, dalam gugatan yang didaftarkan di Mahkamah Agung British Columbia, Meng menuntut Kepolisian Kanada (RCMP), Badan Perbatasan Kanada (CBSA), dan agensi lain.

Pengacara Howard Mickelson dan Allan Doolittle dalam keterangan resmi menyatakan Meng merasa hak konstitusionalnya sudah dirusak.

"Karena itu, beliau mencari ganti rugi atas kesalahan baik dalam penegakan hukum maupun pemenjaraan dirinya," ujar Mickelson dan Doolittle.

Petinggi berusia 47 tahun itu mengaku petugas CBSA menggeledah dan menginterogasinya dengan alasan palsu sebelum dia ditahan RCMP.

Selama tiga jam interogasi, petugas menggeledah ponsel, komputer, serta barang bawaan Meng yang lain, dianggap sebagai pelanggaran hak pribadinya.

"Penahanan beliau cacat hukum dan petugas tidak memberi alasan mengenai penangkapan serta hak sepeti diam saat interogasi," ucap Mickelson dan Doolittle.

Gugatan hukum itu didaftarkan Jumat (1/3/2019), hari yang sama ketika Departemen Kehakiman Kanada memulai proses penyerahan Meng ke AS.

Kementerian Kehakiman AS menuduh Huawei dan Meng bertransaksi dengan Iran, serta mencuri rahasia dari grup telekomunikasi T-Mobile.

Putri pendiri Huawei Ren Zhengfei itu dibebaskan bersyarat pertengahan Desember setelah dua warga tempatnya tinggal membayar jaminan 10 juta dollar Kanada, atau Rp `06,2 miliar.

Selama masa bebas bersyarat tersebut, Meng mengenakan gelang pelacak elektronik dan diharuskan menyerahkan paspornya.

Dia dijadwalkan hadir di sidang Rabu (6/3/2019) untuk menerima konfirmasi surat perintah pengadilan sudah keluar dan menjadwalkan kapan dia diekstradisi.

Penangkapan Meng membuat hubungan AS dan Kanada dengan China tegang setelah Beijing menyatakan geram dan ketidakpuasan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang menyebut proses ekstradisi Meng merupakan "insiden politik yang bengis".

https://internasional.kompas.com/read/2019/03/04/07190691/bakal-diekstradisi-ke-as-petinggi-huawei-tuntut-kanada

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.