Salin Artikel

China Geram Kanada Mulai Proses Ekstradisi Petinggi Huawei ke AS

Langkah tersebut segera ditanggapi oleh China, dengan menyebutkan tindakan pemerintah Kanada sebagai insiden politik yang bengis.

"Hari ini, pejabat Kementerian Kehakiman Kanda mengeluarkan Authority to Proceed, secara resmi memulai proses ekstradisi dalam kasus Meng Wanzhou," demikian pernyataan pemerintah, seperti dilaporkan AFP, Sabtu (2/3/2019).

Meng merupakan kepala keuangan Huawei sekaligus putri dari pendiri perusahaan tersebut, Ren Zhengfei.

Dia ditangkap di Vancouver pada Desember lalu atas permintaan AS, yang diduga melanggar sanksi AS terhadap Iran.

Perempuan berusia 47 tahun itu akan dibawa ke pengadilan pada 6 Maret 2019. Pada persidangan mendatang, jaksa penuntut akan mengajukan bukti dan menguraikan argumen untuk ekstradisinya.

Pada akhir proses ekstradisi yang diperkirakan berlangsung berbulan-bulan bahkan tahunan, Jaksa Agung Kanada akan memutuskan Meng diserahkan atau tidak.

Melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Lu Kang, China menyatakan ketidakpuasan terhadap langkah Kanada.

"AS dan Kanada menyalahgunakan perjanjian ekstradisi bilateral untuk menerapkan tindakan pemaksaan yang sewenang-wenang terhadap warga China, melanggar hak dan kepentingan absah," katanya.

"Ini merupakan insiden politik yang bengis," imbuhnya.

Lu menyatakan, China meminta Kanada untuk membebaskan Meng dan AS agar membatalkan surat perintah penangkapan dan permintaan ekstradisi.

Meng telah dibebaskan dari tahanan dengan jaminan, sambil menunggu hasil pemeriksaan.

China menilai penangkapan Meng bermotivasi politik dan sebuah upaya untuk merusak perusak telekomunikasi andalan negerinya.

Pada Februari lalu, pendiri Huawei akhirnya angkat bicara. Ayah Meng itu menganggap penangkapan putrinya tidak akan menghancurkan perusahaannya.

"Tidak mungkin AS bisa menghancurkan kami," katanya, seperti diwartakan BBC.

"Dunia tidak bisa meninggalkan kami karena kami lebih maju," lanjutnya.

Pendiri Huawei biasanya jarang muncul ke media, namun kini menampakan diri usai tekanan yang meningkat terkait spionase dan bujukan AS kepada negara lain untuk melarang teknologinya.

"Jika lampu padam di Barat, Timur akan tetap bersinar," kata Ren.

https://internasional.kompas.com/read/2019/03/03/09205261/china-geram-kanada-mulai-proses-ekstradisi-petinggi-huawei-ke-as

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.